Kanker Leher Rahim Meningkat di Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kanker Leher Rahim Meningkat di Aceh

Foto Kanker Leher Rahim Meningkat di Aceh

BANDA ACEH – Penyakit kanker leher rahim angka insidensi terus meningkat secara tajam di Provinsi Aceh, secara umum bisa digambarkan dari semakin banyaknya kasus yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh sudah pada stadium lanjut.

Hal itu disampaikan Dr dr Mohd Andalas SpOG,FMAS, ketua Pekumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Aceh, dalam Rapat Koordinasi Teknis Provinsi Aceh, Penyakit tidak menular (PTM) bagi peserta Regional Aceh Tenggara dan Bener Meriah, di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Selasa (26/4).

“Saat ini di bagian obgin RSUDZA sendiri hampir 50 persen pasien yang dirawat terkait dengan penyakit kanker,” ujar Andalas yang juga Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUDZA Banda Aceh dan Fakultas Kedokteran Unsyiah. Kejadian yang sama terjadi juga untuk wanita di negara sedang berkembang termasuk Asia Tenggara. Kejadian kanker leher rahim secara global berkisar, 73 kasus untuk setiap 100.000 wanita, dan tingkat kematiannya 2.3 orang dalam 100 ribu wanita. Indonesia 100 kasus setiap 100 ribu penduduk. Menurut Andalas cukup besar biaya dikeluarkan pemerintah melalui asuransi kesehatan untuk terapi kasus kanker leher rahim stadium lanjut. Di Indonesia sendiri terdeteksi 15.000 kasus kanker serviks setiap tahun dan 8.000 diantaranya berakhir dengan kematian.

Menurut dr Andalas, akan dapat menyelamatkan dana yang diperuntukkan untuk terapi kasus kanker stadium lanjut itu, bila para wanita, keluarga, masyarakat, dan aparat terkait mau peduli dengan upaya deteksi dini dan meningkatkan pemahaman upaya sehat melawan kanker leher rahim dan kanker lainnya, terutama kelompok wanita risiko tinggi terinfeksi kuman papiloma virus.

Seperti wanita sering berganti-ganti pasangan, perokok, dan lainya. Salah satu upaya deteksi dini dapat dengan mudah dilakukan yakni dengan test IVA. Suatu tes dengan melihat mulut rahim dengan alat khusus dengan bantuan pencahayaan, kemudian mulut rahim diusap asam cuka.

Dikatakan positif atau ada kecenderungan ada kelainan pada mulut rahim bila terjadi perubahan warna dari dari gambaran normal jaringan mulut rahim tersebut, yakni pucat karena resorbsi asam cuka dijaringan yang di duga positif tersebut. Untuk kelompok positif tadi diminta untuk pemeriksaan lanjutan untuk kepastian diagnosis, apakah pada dokter umum, dokter ahli kandungan atau dokter konsultan tumor kandungan.(rel/mis) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id