Petani Tolak Mesin Perontok Padi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Petani Tolak Mesin Perontok Padi

Foto Petani Tolak Mesin Perontok Padi

* Dinilai tak Maksimal Beroperasi

BLANGPIDIE – Puluhan kelompok tani menolak bantuan mesin perontok padi dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Mesin yang dibeli dengan anggaran APBK 2015 sekitar Rp 1, 1 miliar tersebut dinilai tak layak pakai. Ketua Kelompok Tani (Poktan) Bahagia Gampong Kuta Bahagia Suhardi kepada wartawan mengatakan para petani tidak terampil dalam menggunakan mesin perontok padi jenis pedal itu.

“Bagaimana kami terima, sementara mesin tersebut tidak pernah kami lihat selama ini, dan itu mesin baru di Abdya,” ujar Suhardi kepada sejumlah wartawan, Kamis (28/4). Menurutnya mesin tersebut berjumlah 100 unit. Setiap kelompok tani diberikan kertas dan surat rekomendasi untuk mengambilnya di Balai Benih Unggul (BBU) Padi Kecamatan Tangan-Tangan.

“Hanya beberapa orang terlanjur datang lalu membawa pulang,” katanya. Menurutnya saat mesin itu dipakai, selain tidak efektif, dan banyak gabah yang terbuang, juga sangat lambat bekerja. “Dari pada diterima, tapi tidak dipakai lebih baik kami tolak,” ucapnya. Dia berharap Dinas Pertanian dan Peternakan segera menukar mesin perontok jenis pedal terbuka dengan jenis perontok tertutup seperti yang selama ini dipakai petani.

“Untuk sementara DO yang sudah diberikan dinas kami tahan,” cetusnya.Hal yang sama juga disampaikan M Yasin dari Gampong Alue Manggota. Menurutnya mesin perontok jenis terbuka akan merugikan petani karena banyak gabah terbuang.”Atas dasar itu kami ikut menolak menerimanya, daripada tersimpan di rumah lebih baik kita tidak ambil,” katanya.

Salain itu, katanya, pihak Dinas Pertanian dan Peternakan meminta kepada kelompok yang menolak agar bersabar. Penolakan yang sama juga terjadi di Kecamatan Jeumpa. Dari 13 kelompok penerima bantuan, hanya satu kelompok tani yang menerima. “Nampaknya, para kelompok tani Juempa juga menolak karena tidak sesuai keinginan, tetapi mereka melapor,” kata Kepala BPP Jeumpa Krisnur kepada wartawan.

Kepala Distanak Abdya melalui Kabid Usaha Tani dan Pengembangan Lahan Mahyuddin mengatakan pihaknya tidak mempersoalkan pengembalian mesin perontok padi oleh sejumlah kelompok tani. “Tidak ada persoalan kalau mereka menolak. Tapi memang kita belum memberi pelatihan dan pemahaman kepada mereka cara memakai mesin perontok jenis pedal itu,” ujarnya. Namun, kata Mahyudin, dalam waktu dekat pihaknya akan memberi pemahaman dan pelatihan kepada petani tentang manfaat dan kelebihan memakai mesin perontok jenis pedal tersebut.

“Saat ini saya sedang berada di perusahaan mesin perontok padi itu, dan kami akan membawa teknisinya ke Abdya untuk memberi pelatihan kepada para kelompok tani. Karena, pada tahun lalu tidak ada anggaran untuk pelatihan,” ungkapnya. Dia katakan, mesin perontok tersebut terbagi dua jenis yakni 15 unit mini diesel dan 85 unit pedal thresher dengan harga Rp 8,5 juta per unit. Selain itu, para penerima merupakan kelompok tani yang mengajukan permohonan sejak awal 2015 lalu.(c50) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id