Warga Hadang Truk Sampah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Hadang Truk Sampah

Foto Warga Hadang Truk Sampah

* Tolak Bur Lintang Jadi TPA

TAKENGON – Seratusan warga Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah menghadang lima truk pengangkut sampah dari Takengon pada Rabu (27/4) malam, sekitar pukul 21.30 WIB. Mereka menolak kawasan Bur Lintang, Kecamatan Linge menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sementara, pengganti TPA Uwer Tetemi, Silih Nara yang juga ditolak masyarakat.

Warga sempat merusak truk seusai ditahan, tetapi akhirnya diamankan oleh Polsek Linge. Salah seorang warga Kampung Isaq, Linge, M Salim, Kamis (28/4) mengatakan warga dari sebagian kampung Kecamatan Linge, menolak Bur Lintang dijadikan sebagai TPA, karena dikhawatirkan akan menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar.

“Awalnya, hanya dua hari saja membuang sampah di kawasan itu dan langsung akan ditimbun,” kata M Salim. Namun, sebutnya, tidak sesuai dengan perjanjian awal, sehingga masyarakat menghadang truk sampah. “Janjinya, sampah yang dibuang akan ditimbun, tetapi hanya ditutupi seadanya, bahkan dibiarkan begitu saja, makanya masyarakat protes,” sebutnya.

M Salim menambahkan masyarakat berharap agar Pemkab Aceh Tengah dapat segera mencari solusi menangani persoalan sampah. “Kami harap, pemerintah lebih bijak mengatasi permasalahan sampah ini, tetapi tidak menjadikan Linge sebagai tempat sementara pengalihan pembuangan sampah,” harap M Salim.

Sedangkan penolakan TPA Uwer Tetemi, Silih Nara, semakin gencar dilakukan warga yang bersikeras agar truk sampah tidak boleh membuang sampah ke TPA Uwer Tetemi. Tindakan warga, membuat tumpukan sampah di sejumlah titik di Kota Takengon menggunung dalam beberapa hari terakhir ini.

Seperti dilansir sebelumnya, sampah mulai menumpuk dan menggunung, bahkan berserakan di kawasan Kota Takengon, Aceh Tengah, seiring tidak ada petugas kebersihan yang mengangkut sampah itu. Tetapi, sebenarnya akibat aksi warga lima kampung yang menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Uwer Tetemi di Kampung Mulie Jadi, Kecamatan Silih Nara.

Warga menilai keberadaan TPA telah menimbulkan sejumlah persoalan di kalangan masyarakat lima kampung, karena tidak jauh dari lokasi pemukiman penduduk. TPA Uwer Tetemi telah diresmikan oleh Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM pada 20 Februari 2016 lalu.

Tumpukan sampah yang terjadi di kota Takengon, akan ditangani darurat dengan cara membuat lubang besar di kawasan Bebangka. Langkah darurat ini dilakukan menyusul masih ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Uwer Tetemi di Kampung Mulie Jadi, Kecamatan Silih Nara, kabupaten setempat.

Pantauan Serambi Minggu (24/4) siang, tumpukan sampah yang sudah terjadi sejak sepekan lalu, masih terlihat di sejumlah titik di pusat kota dingin ini. Bahkan sebagian sampah meluber hingga ke badan jalan karena kontainer sampah tidak mampu lagi menampung barang sisa tersebut, lantaran sudah beberapa hari tidak diangkut oleh petugas kebersihan setempat.

Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM yang dimintai tanggapannya oleh Serambi, Minggu (24/4) menyatakan, persoalan sampah ini akan ditangani darurat dengan cara membuat lubang besar di kawasan Blang Bebangka. Sampah-sampah di kota Takengon akan diangkut dan dibuang ke dalam lubang tersebut, dan kemudian ditutup kembali dengan tanah.(my) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id