Fasdar Tergilas karena Ditarik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Fasdar Tergilas karena Ditarik

Foto Fasdar Tergilas karena Ditarik

* Insiden Pemadam Kebakaran di Syamtalira Bayu

LHOKSEUMAWE – Fasdar alias Fadlan (33), petugas pemadam Kota Lhokseumawe, dilaporkan tergilas mobil pemadam kebakaran (damkar) hingga meninggal, karena ditarik oleh massa saat terjadi kebakaran di Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Senin (25/4) malam. Bukan karena terjatuh saat berupaya naik ke tanki damkar untuk menghindari amuk massa.

Informasi itu disampaikan Komandan Regu (Danru) A Damkar Pemko Lhokseumawe, Safwan, saat ditemui Serambi di Ruang Tunggu Satreskrim Polres Lhokseumawe, Kamis (28/4). Kemarin, lima petugas damkar Lhokseumawe diperiksa sebagai saksi dalam pengusutan insiden berdarah terhadap petugas damkar saat terjadi kebakaran di Syamtalira Bayu.

“Kami sangat berharap kasus ini diusut tuntas. Karena dari keterangan anggota saya di lapangan pada malam kejadian itu, Fasdar terjatuh dari mobil pemadam karena ada massa yang menariknya hingga ia kemudian tergilas ban mobil lalu meninggal dunia,” kata Safwan yang kemarin ikut turut diperiksa sebagai saksi.

Safwan menambahkan, malam itu ia tidak berada di lokasi. Tapi ia dimintai keterangan karena jabatanya sebagai Danru. Yang ke lokasi malam itu adalah anggotanya. Empat petugas lainnya yang diperiksa yaitu Ibnu Sakdan (sopir damkar), Muhammad, Mursal, dan Maimun.

Di samping itu, pihaknya memberi apresiasi pada pihak kepolisian yang sudah memulai pengusutan kasus tersebut. Sebab bila perkara itu tidak diusut tuntas, kemungkinan besar kejadian seperti itu akan terulang lagi, sehingga bisa menimbulkan trauma pada petugas kebakaran yang akan melakukan pemadaman di lapangan.

Sebelumnya, belasan petugas damkar Kota Lhokseumawe mendatangi Polres Lhokseumawe menggunakan satu unit Dakmar, Kamis (28/4) sekitar pukul 08.30 WIB. Mereka memberi dukungan moral pada teman-temannya yang diperiksa sebagai saksi dalam pengusutan insiden berdarah terhadap petugas Dakmar saat kebakaran di Syamtalira Bayu, Senin (25/4).

Untuk diketahui, petugas damkar Lhokseumawe, Fasdar alias Fadlan tewas mengenaskan setelah tergilas mobil damkar yang diawakinya. Musibah itu terjadi di Desa Beunot, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Senin 25 April 2016 sekitar pukul 22.00 WIB, ketika api membakar lima kedai berkonstruksi kayu di desa itu.

Insiden itu terjadi ketika armada damkar Aceh Utara sedang memadamkan api di lokasi. Saat api makin membesar, datang lagi bantuan Damkar dari Lhokseumawe. Melihat kedatangan mobil itu, masyarakat langsung menyoraki karena dianggap terlambat. Saat dua petugas mengambil selang untuk menyemprot api, massa melarang dan mengejar mereka.

Melihat massa sudah tak terkendali, sopir memundurkan mobil damkar itu dengan kecepatan tinggi untuk menghindar. Pada saat bersamaan, rekannya bernama Fasdar berusaha naik ke tanki mobil. Nahas, Fasdar terjatuh hingga langsung tergilas dan tewas di lokasi. Namun menurut Danru A Damkar Lhoskeumawe, Fasdar jatuh karena ditarik oleh massa. Damkar juga bukan mundur dalam kecepatan tinggi, tapi maju dengan pelan. Sementara Sopir dan seorang petugas lainnya sempat dihajar massa.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE menyebutkan, untuk sementara ini baru petugas damkar yang dimintai keterangan. Ke depan pihaknya akan memintai keterangan saksi lainnya di lapangan yang menyaksikan kejadian tersebut.

“Bila nanti sudah cukup pemeriksaan saksi, baru kita ambil kesimpulan, apakah perkara ini masuk ranah pidana atau tidak. Bila ranah pidana, jalur pidana mana yang kita proses, ataupun laka lantas, maka akan kita serahkan ke Satlantas,” pungkas AKP Yasir.

Ketua Forum Keuchik Kecamatan Syamtalira Bayu, Khairul Mahdi Abdullah, mengaku sangat prihatin atas pernyataan Wali Kota Lhokseumawe yang menyatakan petugas damkar Lhokseumawe ke depan akan takut membantu bila terjadi kebakaran di Aceh Utara, termasuk di Syamtalira Bayu. Ia mengakui, selama ini bila ada kebakaran di daerah mereka, pemadam kebakaran dari Lhokseumawe sudah sering membantu.

Karena itu, ia berharap agar Pemerintah Aceh Utara bisa menjalin komunikasi dengan Pemko Lhokseumawe, agar kejadian tersebut bisa diselesaikan secara baik-baik. Sehingga diharapkan, ke depan bila ada kebakaran di Syamtalira Bayu, petugas Damkar Lhokseumawe masih tetap mau membantu.

“Malam itu hanya dilakukan segelintir orang. Namun begitu, kami mewakili para keuchik dan masyarakat Syamtalira Bayu memohon maaf pada Pemerintah Kota Lhokseumawe dan pada keluarga korban,” demikian Khairul Mahdi.(bah) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id