KOMPI Tolak Tarif Retribusi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

KOMPI Tolak Tarif Retribusi

  • Reporter:
  • Jumat, April 29, 2016
Foto KOMPI Tolak Tarif Retribusi

* Minta Hasil Lelang PPI Labuhanhaji Dibatalkan

TAPAKTUAN – Komunitas Masyarakat Peduli Pelabuhan Pendaratan Ikan (KOMPI) Labuhanhaji Aceh Selatan menolak penetapan tarif retribusi Rp 15 ribu per fiber. “Kami meminta pagu lelang pengelolaan PPI disesuaikan dengan biaya retribusi yang diusulkan KOMPI Labuhanhaji sebesar Rp 10 ribu per fiber,” kata Koordinator KOMPI Labuhanhaji Ali Zamzami saat beraudensi dengan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) PPI Labuhanhaji T Nasruddin di Kompleks PPI Labuhanhaji, Kamis (28/4).

Dalam pertemuan itu turut hadir Kasat Intel Polres Aceh Selatan Iptu Jamaluddin, Kapolsek Labuhanhaji, Kapolsek Labuhanhaji Barat, Kapolsek Labuhanhaji Timur dan Panglima Laot Labuhanhaji Said Zulkifli. Pihak KOMPI menyebutkan berlaku retribusi Rp 15.000 per fiber, para nelayan enggan membongkar hasil tangkapannya di PPI tersebut.

Kondisi ini berimbas berkurangnya pendapatan buruh, tukang becak dan toke ikan di kompleks PPI. Selain itu, kata Ali Zamzami, pihaknya juga meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Selatan membatalkan hasil lelang pengelolaan PPI Labuhanhaji pada 25 April 2016. Proses lelang tersebut dinilai tidak memenuhi syarat.

“Perlu dikaji ulang penetapan nilai minimal retribusi dan pagu pelelangan pengelolaan PPI Labuhanhaji yang sudah ditetapkan Rp 120 juta per tahun,” ujarnya. Menurutnya, kalau harga lelang pengelolaan PPI terlalu tinggi sebaiknya PPI tersebut dikelola UPTD. Sehingga para peserta lelang juga tidak dirugikan.

“Sebelum adanya ketetapan siapa pengelola, kami akan menyetop dulu pembayaran restribusi. Kita tidak memboikot bayar pajak, retribusi ini kita tahan karena tidak tahu harus bayar kemana, sebab lelang yang dimenangkan baru-baru ini tidak sah,” tegasnya. Panglima Laot Labuhan Haji Said Zulkifli Said Zulkifli berharap tarif retribusi dari sebelumnya Rp 15 ribu per fiber bisa turun menjadi Rp 10 ribu. “Ya harapan kita persoalan yang persoalan ini bisa kita selesaikan secara musyawarah,” ujarnya.

Kepala UPTD PPI Labuhanhaji T Nasruddin mengatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi KOMPI Labuhanhaji kepada Kadis DKP Aceh Selatan. Namun Kadis DKP Aceh Selatan saat ini tengah berada di Jakarta, sehingga pihaknya belum dapat mengambil keputusan. Menurutnya terkait tarif retribusi di PPI sudah tertuang dalam qanun. Namun dia mengakui dalam qanun tidak dijelaskan mengenai besarannya. “Saya dengar di Sawang Rp 20 ribu per fiber. Jadi jika kita turunkan di sini kita khawatirkan akan terjadi kesenjangan,” jelasnya.(tz) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id