Nawan Pernah Menyatakan akan ‘Tangani’ Din Minimi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Nawan Pernah Menyatakan akan ‘Tangani’ Din Minimi

Foto Nawan Pernah Menyatakan akan ‘Tangani’ Din Minimi

HINGGA tadi malam Serambi belum mendapatkan penjelasan langsung dari Ridwan Usman alias Yet Nawan (35), warga Gampong Teupin Jareng, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur menyangkut laporan pemukulan yang dilakukannya terhadap Nurdin bin Ismail alias Din Minimi.

Ketika kabar pemukulan itu tersiar, Serambi langsung membuka file lama mengenai berita penculikan dan penyanderaan yang pernah dialami Nawan pada 6 September 2014.

Pada 10 Januari 2016, ketika Nawan sudah dibebaskan dengan tebusan Rp 50 juta, dia menggelar konferensi pers di Seurune Cafe, Idi Rayeuk, Aceh Timur. Nawan yang mantan kombatan tersebut didampingi Safrizal alias Komeng selaku Juru Bicara KPA 05 Idi Kuta, KPA Daerah IV, dan KPA Wilayah Peureulak.

“Saya selaku korban penculikanDin Minimi mohon kepada Kapolres Aceh Timur dan Kapolda Aceh agar tetap meproses hukum Din Minimi dan anggotanya karena mereka telah menculik saya,” tandasnya.

Sebagaimana pernah diberitakan, kasus penculikan terhadap Ridwan Usman alias Yet Nawan tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/130/IX/2014/Sek Idi Rayeuk, Tanggal 07 September 2014. Yang melaporkan Hasanah binti Nurdin, umur 30 tahun, pekerjaan ibu rumah tangga (IRT), alamat Desa Teupin Jareng, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Yet Nawan mengisahkan, kasus penculikan dirinya terjadi Sabtu malam, 6 September 2014 pukul 22.30 WIB. Waktu itu, ia dan istrinya hendak pulang ke rumah di Gampong Teupin Jareng, Idi Rayeuk mengendarai mobil Honda Jazz. Tiba-tiba disalip oleh dua mobil Avanza dan menghentikan mobil yang dikendarai Yet Nawan bersama istrinya. “Dari mobil Avanza turun tiga orang menenteng senjata api AK-47, kemudian mengambil dan memasukkan saya ke mobil Avanza dan dibawa ke hutan kawasan Indra Makmu,” ujar Yet Nawan.

Yet Nawan mengaku masih cukup kenal dengan komplotan penculiknya, yaitu Din Minimi bersama 11 anggotanya bersenjata AK-47. “Mereka semua berjumlah 12 orang. Saya kenal mereka,” kata Yet Nawan.

Yet Nawan tidak tahu kenapa dia diculik. Setelah disandera lima hari, dia dibebaskan karena istri dan anaknya menebus Rp 50 juta dari Rp 300 juta yang diminta. “Saya dilepas di Gampong Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmu, pukul 01.00 WIB, setelah istri saya menyerahkan uang cash,” ungkapnya.

Mantan kombatan tersebut menandaskan bahwa dirinya tidak akan memaafkan Din Minimi dan mendesak polisi tetap memproses hukum pelakunya.

Salah satu pernyataan yang disampaikan Nawan di hedapan wartawan waktu itu adalah, “Meskipun Din Minimi angkat senjata lagi tetap saya tuntut. Apabila polisi tidak bisa menanganinya nanti saya akan menanganinya. Jadi Kapolres dan Kapolda Aceh jangan salahkan saya.” Begitulah.(SI/nas) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id