Cut Man Marah-marah di PN Meulaboh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Cut Man Marah-marah di PN Meulaboh

Foto Cut Man Marah-marah di PN Meulaboh

MEULABOH – Anggota DPRK Nagan Raya, Cut Man, Rabu (27/4) siang sekitar pukul 12.00 WIB dilaporkan marah-marah dan nyaris mengamuk di hadapan seorang pejabat yang bertugas di Pengadilan Negeri Meulaboh, yang berlokasi di kawasan Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan.

Masalahnya, upaya pengajuan penangguhan penahanan yang disampaikan kalangan masyarakat dari Gampong Cot Mee, Kecamatan Tadu Raya, melalui dirinya ditolak pengadilan dengan alasan akan menganggu jalannya persidangan.

Setelah wakil rakyat ini marah-marah, barulah seorang pejabat menerima surat yang diajukan tersebut.

“Saya kecewa karena upaya yang ditempuh masyarakat untuk meminta keadilan supaya keempat warga Cot Mee, Tadu Raya yang kini ditahan itu tidak diterima surat pengajuan penangguhan penahanannya,” kata Cut Man usai mendatangi Pengadilan Negeri Meulaboh yang menghubungi Serambi, Rabu siang.

Dikatakannya, harusnya upaya yang sedang ditempuh oleh masyarakat mendapatkan pertimbangan, mengingat masyarakat yang kini telah dijadikan sebagai terdakwa dalam kasus dugaan pembakaran barak milik PT Fajar Baizuri masing-masing Musilan, Asubki, Chaidir serta Julinaidi, sama sekali tidak bersalah.

Cut Man menjelaskan, pihaknya heran mengapa keempat warga yang tidak terlibat dalam kasus pembakaran barak tersebut dijadikan terdakwa dan dituduh sebagai pelaku pembakaran barak perusahaan. Mengingat saat kejadian, tiga dari empat warga itu tidak berada di lokasi pembakaran barak karena sedang membayar zakat fitrah di masjid hingga pukul 04.30 WIB pagi jelang subuh.

Sedangkan seorang warga lainnya yang juga dijadikan terdakwa, justru tidak berada di Nagan Raya, melainkan sedang berada di Kabupaten Gayo Lues guna berlebaran di kabupaten tersebut.

“Harusnya upaya penangguhan penahanan ini dikabulkan oleh majelis hakim, dan proses persidangan tetap berjalan seperti biasanya. Kalau keempat warga ini melarikan diri ketika ditangguhkan penahanan, maka boleh tangkap saya sebagai jaminannya,” tegas Cut Man yang merupakan mantan Wakil Palima GAM wilayah Meulaboh Raya ini.

Secara terpisah, Panitera Muda Pidana pada Pengadilan Negeri Meulaboh, Hasbi yang dikonfirmasi Serambi, Rabu siang membenarkan adanya insiden marah-marah seorang anggota DPRK Nagan Raya di pengadilan setempat.

“Tidak mungkin terdakwa bisa ditangguhkan penahanannya sekarang ini, karena nantinya akan mengganggu jalannya persidangan. Kalau nantinya diantara mereka ada yang melarikan diri, malah lebih rumit lagi, dan sangat mengganggun proses hukum yang sedang berjalan,” jelas Hasbi.

Hasbi juga menjelaskan, harusnya masyarakat dapat mengerti terhadap proses hukum yang kini berjalan di Pengadilan Negeri Meulaboh. Pasalnya, dalam persidangan nanti setiap warga berhak memberikan pembelaan diri di hadapan majelis hakim.

“Tidak mungkin pengadilan menghukum seseorang yang tidak bersalah, maka kami berharap masyarakat dapat mengerti dan memahami proses yang kini sedang berlangsung,” kata Hasbi.(edi) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id