Perjuangkan Leuser, Farwiza Farhan Dapat Penghargaan Whitley Award 2016 | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Perjuangkan Leuser, Farwiza Farhan Dapat Penghargaan Whitley Award 2016

Foto Perjuangkan Leuser, Farwiza Farhan Dapat Penghargaan Whitley Award 2016

aceh.Uri.co.id – Pegiat lingkungan Aceh mendapatkan hadiah dari badan amal konservasi Inggris, Whitley, dalam upaya menggugat pemerintah dan dewan perwakilan daerah serta Kementerian Dalam Negeri terkait perlindungan ekosistem Leuser dikutip dari bbc.com.

Farwiza Farhan -termasuk salah seorang dari dua warga Indonesia yang mendapatkan Whitley Award 2016- berkat upayanya mempertahankan kawasan hutan Leuser, dengan hadiah tambahan sebesar £35.000 atau sekitar Rp670 juta rupiah selain penghargaan lingkungan bergengsi tersebut.

Sidang pertama gugatan warga negara ini dimulai Rabu (27/04) di Jakarta dengan tergugat termasuk Kementerian Dalam Negeri yang disebutkan Farwiza ‘tidak membatalkan rencana tata ruang Aceh…yang tidak memasukkan Leuser sebagai kawasan lindung’.

Penyelenggara Whitley Award menyatakan penghargaan untuk Farwiza diserahkan dalam upacara di London, pada Rabu (27/04), karena ‘upayanya menangani perusahaan-perusahaan dan instansi pemerintah untuk menjamin ekosistem Leuser di Sumatra tetap dijaga bagi generasi-generasi berikutnya’.

Peraih Whitley Award 2016 lainnya asal Indonesia adalah Hotlin Ompusunggu, karena memberikan pengobatan murah yang ditukar dengan upaya masyarakat dalam melindungi hutan di Gunung Palung, Kalimantan Barat.

Leonardo Di Caprio berkunjung ke Leuser

Farwiza yang mendirikan Yayasan Hutan, Alam, Lingkungan Aceh atau HAKA, menyatakan telah meminta Pemerintah Daerah Aceh merevisi Tata Ruang Aceh yang tidak mencantumkan Leuser dan dalam tiga tahun ini tanpa hasil.

“Leuser adalah kawasan terakhir di dunia tempat masih ada badak, orang utan, gajah bersama sama di alam liar. Leuser tak hanya penting bagi satwa tapi juga sekitar empat juta masyarakat di seputar,” kata Farwiza.

“Kawasan ekosistem Leuser dilindungi dalam UU Nasional namun oleh pemerintah daerah tiba-tiba dihapuskan keberadaannya,” tambahnya.

“Tiga tahun telah berlalu (tanpa hasil) dan kita tempuh jalur hukum karena pemerintah gagal melindungi kawasan ekosistem Leuser.”

Pegiat yayasan HAKA ikut mendampingi bintang Holywood dan pegiat lingkungan Leonardo Di Caprio yang berkunjung ke Leuser bulan Maret lalu.

Farwiza mengatakan Di Caprio ikut menyatakan dukungan penuhnya untuk perlindungan Leuser. (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id