Suaidi: Usut Insiden Damkar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Suaidi: Usut Insiden Damkar

Foto Suaidi: Usut Insiden Damkar

* Kecewa terhadap Kejadian di Syamtalira Bayu

LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya menyatakan sangat kecewa atas insiden yang menimpa petugas pemadam kebakaran Pemko Lhokseumawe, saat memadamkan kebakaran di Desa Beunot, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Senin 25 April 2016 malam. Suaidi juga meminta polisi mengusut kasus itu untuk memberi keadilan bagi keluarga korban meninggal maupun yang luka-luka.

Untuk diketahui, seorang petugas pemadam kebakaran Pemko Lhokseumawe, Fasdar alias Fadlan (35), tewas mengenaskan setelah tergilas mobil pemadam kebakaran (damkar) yang diawakinya. Musibah itu terjadi di Desa Beunot, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Senin 25 April 2016 sekitar pukul 22.00 WIB, ketika api membakar lima kedai berkonstruksi kayu di desa itu.

Insiden itu terjadi ketika armada damkar Aceh Utara sedang memadamkan api di lokasi. Saat api makin membesar, datang lagi bantuan Damkar dari Lhokseumawe. Melihat kedatangan mobil itu, masyarakat langsung menyoraki karena dianggap terlambat. Saat dua petugas mengambil selang untuk menyemprot api, massa melarang dan mengejar mereka.

Melihat massa sudah tak terkendali, sopir memundurkan mobil damkar itu dengan kecepatan tinggi untuk menghindar. Pada saat bersamaan, rekannya bernama Fasdar berusaha naik ke tanki mobil. Nahas, Fasdar terjatuh hingga langsung tergilas dan tewas di lokasi. Sopir dan seorang petugas lainnya sempat dihajar massa.

“Kedatangan mereka ke Aceh Utara untuk menolong. Tapi masyarakat tidak berterima kasih, malah mereka menerima perlakukan anarkis. Kami Pemerintah Kota Lhokseumawe sangat kecewa terhadap kejadian ini. Apalagi malam itu, satu petugas kami meninggal,” kata Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya kepada Serambi, Rabu (27/4).

Ia menilai, kejadian di Syamtalira Bayu itu menjadi suatu hal yang tidak baik ke depan. “Dengan perlakukan seperti yang dialami petugas pemadam kami, ke depan bila kembali terjadi kebakaran di Aceh Utara dan membutuhkan pertolongan dari Lhokseumawe, tentunya petugas kami akan takut ke lokasi. Takut terulang seperti di Syamtalira Bayu,” ujarnya.

Menurut Suaidi, seharusnya semua masyarakat tahu bahwa misi petugas kebakaran itu adalah misi kemanusian, sama seperti relawan PMI dan relawan-relawan lainnya. “Jadi harus dihargai, bukannya dicaci maki apalagi dikasari,” jelasnya.

Suaidi mengaku sudah menerima informasi, keluarga korban meninggal sudah membuat laporan ke Polres Lhokseumawe. “Sehingga untuk memenuhi rasa keadilan bagi pihak keluarga, kami meminta polisi bisa mengusut secara tuntas insden tersebut,” pungkas Suaidi Yahya.

Sementara Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir, menyebutkan, dalam menindaklanjuti perkara meninggalnya seorang petugas pemadam kebakaran itu, pihaknya sudah memanggil sopir Damkar Pemko Lhokseumawe untuk dimintai keterangan. “Selain itu, kami akan terus memintai keterangan saksi-saksi yang berkaitan,” demikian AKP Yasir.

Sementara itu, Hj Cut Ratna Irawati, istri Bupati Aceh Utara, Selasa (26/4) sore, mengunjungi korban kebakaran di Desa Beunot, Syamtalira Bayu, dan menyerahkan bantuan sembako. “Kami ingin melihat langsung warga yang tertimpa musibah kebakaran ini, dan membawa bantuan. Kami berharap warga yang tertimpa musibah ini sabar menghadapinya,” kata Cut Ratna Irawati saat menemui korban di lokasi kebakaran.(bah/jaf) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id