Suhu Panas di Thailand Capai 40 Derajat Celcius, Terburuk dalam 65 Tahun Terakhir | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Suhu Panas di Thailand Capai 40 Derajat Celcius, Terburuk dalam 65 Tahun Terakhir

Foto Suhu Panas di Thailand Capai 40 Derajat Celcius, Terburuk dalam 65 Tahun Terakhir

aceh.Uri.co.id, BANGKOK – Akibat panas menyengat, satwa-satwa penghuni kebun binatang Bangkok mendapat suguhan yang tak biasa, berupa buah-buahan beku.

Hal ini sudah dilakukan selama beberapa waktu terakhir, menyusul musim panas yang melanda Negeri Gajah Putih itu. Di sisi lain, banyak warga “melarikan diri” ke berbagai mal yang ada di kota, hanya untuk merasakan dinginnya udara dari air-conditioning.

Panjangnya cuaca panas di Thailand pun memaksa pemerintah setempat mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk menghindari sengatan mentari demi kesehatan mereka. 

Selama ini, bulan April di Thailand memang menjadi bulan yang panas yang mengundang keringat. Namun yang terjadi tahun 2016 ini tergolong luar biasa. Cuaca panas ini merupakan yang terpanjang dalam 65 tahun terakhir.

Seperti dikutip dari Kantor Berita Associated Press, Rabu (27/4/2016), rata-rata temperatur harian di negara ini mencapai angka 40 derajat celcius.

Lontaran merkuri dari sinar matahari mencapai rata-rata 44,3 derajat celcius.

“Kondisi saat ini merupakan rekor yang terpanjang dalam 65 tahun terakhir, dan hingga saat ini kondisi cuaca tersebut belum juga berakhir,” kata Surapong Sarapa, Kepala Badan Meteorologi, Departmen CuacaThailand.

Thailand mulai mencatat rekor tersebut setelah tahun 1950.

Tercatat, pada 27 April 1960, Thailan pernah mengalami rekor suhu terpanas mencapa 44,5 derajat celcius di wilayah utara Provinsi Uttaradit.

Namun durasi musim panas kala itu tak sepanjang tahun 2016 ini.

Sayang, tak disebut secara persis berapa lama musim panas ini telah melanda Thailand. Sejumlah ilmuwan mengungkapkan, fenomena yang terjadi di Thailand dipicu oleh El Nino.

El Nino adalah sebuah fenomena gelombang panas dari Samudera Pasifik yang berdampak pada perubahan iklim di dunia dan mendongkrak temperatur global. 

“Tetap di dalam rumah, cobalah membatasi aktivitas di luar ruangan. Kenakan kacamata hitam, pakailah topi yang besar untuk menghalau matahari dan minumlah air lebih banyak dari biasanya,” demikian bunyi seruan dari Departemen Kesehatan setempat untuk warganya. (*) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id