Komisi III DPRA Desak Gubernur Panggil PLN | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Komisi III DPRA Desak Gubernur Panggil PLN

Foto Komisi III DPRA Desak Gubernur Panggil PLN

BANDA ACEH – Komisi III DPRA meminta eksekutif memberikan perhatian serius terkait seringnya terjadi pemadaman listik di Aceh. “Gubernur harus secepatnya memanggil pihak PLN Wilayah Aceh guna mengidentifikasi apa sebenarnya yang terjadi,” kata Anggota Komisi III DPRA, Kautsar M Yus kepada Serambi, Selasa (26/4).

Kautsar juga berharap Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menyampaikan ke Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait krisis listrik di Aceh. Menurutnya, masalah listrik di Aceh sudah sangat mengakar, seperti tak ada lagi solusi penyelesaian. “Kita harap Pak Gubernur menyampaikan ini ke menteri, lapor ke menteri agar bisa difasilitasi pertemuan dengan Dirut PLN. Ini mau puasa kan, jangan sampai puasa nanti listrik kita juga hidup-hidup mati,” katanya.

Menurutnya, dengan daya listrik yang dihasilkan mencapai 350 MW, seharusnya persoalan listrik di Aceh semakin mandiri karena beban puncak hanya 260 MW. Jika pun ada persoalan teknis yang menyebabkan pemadaman bergilir, harusnya hal itu bisa cepat teratasi dan tidak terus terulang. “Masyarakat bingung sebenarnya dengan penjalasan PLN, katanya surplus listrik lah, tapi tetap padam. Makanya kita ingin gubernur mengidentifikasi apa sebenarnya masalah, sehingga terjadinya pemadaman,” kata Kautsar.

Politisi Partai Aceh (PA) tersebut juga meminta masyarakat tak selamanya menyalahkan PLN dalam persoalan pemadaman listrik. Menurutnya, masalah listrik Aceh adalah masalah bersama dan semua pihak terkait harus mendorong PLN untuk menyelesaikan permasalahan. “Masalah listrik tentu bukan tanggung jawab PLN semata, tapi juga tanggungjawab pemerintah. Mari bantu PLN selesaikan masalah ini, terutama pihak eksekutif,” kata Kautsar.

Jika selama ini Pemerintah Aceh bisa mengucurkan banyak dana untuk hal-hal lain, seharusnya untuk persoalan listrik juga demikian, karena listrik juga salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, segala kekuatan harus digunakan untuk menyelesaikan krisis listrik Aceh. “Kita bisa menempatkan dana sampai Rp 500 M lebih untuk kepentingan dekorasi Masjid Raya, tentu kita juga bisa dan harus menyelesaikan krisis listrik di Aceh. Berapa perlu biaya, langsung dianggarkan, kita berharap masalah listrik ini segera selesai,” pungkas Kautsar.(dan) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id