Aceh Kekurangan Pupuk Subsidi 101.570 Ton | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh Kekurangan Pupuk Subsidi 101.570 Ton

  • Reporter:
  • Rabu, April 27, 2016
Foto Aceh Kekurangan Pupuk Subsidi 101.570 Ton

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh, Prof Dr Ir Abubakar Karim MS, mengatakan pemerintah pusat mengalokasi pupuk subsidi jenis urea dan lainnya untuk Aceh pada 2016 sebanyak 74.400 ton (42,27 persen). Sedangkan kebutuhannya 175.970 ton. Artinya Aceh masih kekurangan pupuk subsidi 101.570 ton.

Abubakar Karim menyampaikan hal ini kepada Serambi di Banda Aceh, Selasa (26/4). Karena itu, menurutnya kelangkaan pupuk subsidi jenis urea dan lainnya dalam masa tanam gadu dan rendeng 2016 di Aceh sudah pasti terjadi, seperti yang sudah terjadi di tiga Kecamatan di Aceh Utara, yaitu Tanah Luas, Paya Bakong, dan Langkahan.

“Menurut laporan pihak Dinas Pertanian Aceh Utara kepada kami, kelangkaan itu karena pada bulan April ini terjadi lonjakan permintaan pupuk oleh petani di atas kuota kecamatan tersebut,” kata Abubakar mengutip keterangan pihak Dinas Pertanian Aceh Utara.

Didampingi Kasie Pupuk, Barmawi, Abubakar mencontohkan di Kecamatan Tanah Luas, alokasi pupuk urea subsidi pada April ini adalah 80 ton, sedangkan permintaan di atas itu karena sedang musim tanam padi. Selain itu, kata Barmawi, distributor yang ditunjuk untuk menebus pupuk subsidi di lokasi itu, apakah sudah habis atau belum menebus kuota pupuk yang diberikan, sehingga ketersediaan pupuk di kios pengecer tidak ada.

Menurut Barmawi, kondisi yang sama juga terjadi di Kecamatan Paya Bakong dan Langkahan. Ia menambahkan jika penyebab kekurangan karena meningkatnya permintaan pada April 2016, pihak Dinas Pertanian Aceh Utara bisa membuat rekomendasi kepada distributor penyalur di kecamatan setempat agar mengambil jatah kebutuhan kuota pupuk urea bulan lalu atau bulan depan yang belum ditebus.

Barmawi juga menyebutkan harga pupuk urea subsidi Rp Rp 1.800/Kg. Sedangkan yang nonsubsidi Rp 4.800/kg. Karena itu, distributor di masing-masng kecamatan harus bisa mengatur penggunaan pupuk urea subsidi secara baik pada masa tanam rendeng dan gadu. Bahkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh, Abubakar Karim juga menegaskan, jika ada distributor atau pihak kios pengecer menjual pupuk subsidi untuk perkebunan dengan harga nonsubsidi, maka izin distribusi dan izin jual ecer bisa dicabut, di samping diproses hukum yang sanksina kurungan penjara. Begitu pun, Abubakar meminta petani ikut mengawasi hal ini, di samping pengawasan ini juga melibatkan polisi. (her) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id