Lecehkan Pelajar Islam, Dua Guru Hindu Divonis Penjara 6 Bulan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Lecehkan Pelajar Islam, Dua Guru Hindu Divonis Penjara 6 Bulan

Foto Lecehkan Pelajar Islam, Dua Guru Hindu Divonis Penjara 6 Bulan

aceh.Uri.co.id, DHAKA – Sebuah pengadilan di Banglades selatan memvonis enam bulan penjara untuk dua guru sekolah Hindu karena komentar mereka melecehkan pelajar Muslim dan agama Islam.

Hakim, Selasa (26/4/2016), mengatakan, kedua guru Hindu itu terbukti telah mengeluarkan komentar-komentar yang tidak pantas atau “kasar” terhadap Islam.

Guru yang dihukum berasal dari sekolah menengah atas Hijla di Chitalmari, kota di Banglades selatan. Terpidana adalah kepala sekolah dan seorang guru lainnya di sekolah tersebut.

Akibat komentar yang melecehkan itu, sekolah mereka pun diserbu massa. Komentar mereka “melukai sentimen-sentiman agama” dari pelajar Muslim dan orangtua mereka.

Komentar-komentar mereka yang melecehkan dan menyakiti perasaan pelajar Muslim dan orangtuanya, telah memicu aksi protes dari kalangan pelajar, yang mayoritas Muslim.

Warga desa pun marah besar dan mendukung mereka.

Massa kemudian mendatangi sekolah untuk menghajar dua guru yang diduga telah melakukan pelecehan agama tersebut. Namun, polisi kemudian berhasil mencegahnya.

“Mereka telah membuat komentar kasar terhadap Islam dan Nabi Muhammad selama pelajaran di kelas,” kata hakim Anwar Parvez, yang menjatuhkan vonis setelah dua guru mengakui bahwa mereka telah melakukan kesalahan.

“Masyarakat setempat menyerang sekolah. Mereka ingin menghakimi dua guru Hindu itu,” kata Parvez.

Kritik terhadap Islam adalah hal yang sangat dilarang di negara berpenduduk mayoritas Muslim Sunni itu.

Kelompok radikal sudah mulai berkembang di Banglades. Pada Senin (25/4/2016), dua aktivis hak gay dibacok sampai mati dalam serangan oleh militan garis keras.

Dua hari sebelumnya seorang profesor beraliran liberal juga dibunuh di Banglades barat laut. Anggota kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab. (AFP) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id