Eumpang Breuh Garap Film Penjaga Mercusuar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Eumpang Breuh Garap Film Penjaga Mercusuar

Foto Eumpang Breuh Garap Film Penjaga Mercusuar

Laporan Zainal Arifin | Banda Aceh

BANDA ACEH, aceh.Uri.co.id – Grup film Eumpang Breuh menggarap film dokumenter yang mengisahkan tentang suka duka para penjaga menara suar (mercusuar) di pulau-pulau terdepan di Aceh. 

“Film dokumenter berdurasi 20 menit yang sedang kita garap ini adalah milik Kementerian Perhubungan Laut Distrik Navigasi Sabang,” ungkap Sutradara Eumpang Breuh, Imran Nyak Abeudo (Ayah Doe) kepada aceh.Uri.co.id, di Banda Aceh, Selasa (26/4/2016).

Ia menceritakan, film dokumenter ini mengisahkan tentang suka duka penjaga lampu mercusuar di lintasan kapal jalur nasional dan internasional Selat Malaka.

Selama ini duka penjaga mercusuar dalam menjalankan tugasnya tidak terpublis ke khalayak umum. Sebagai abdi negara, mereka harus meninggalkan keluarga berbulan-bulan untuk melaksanakan tanggung jawabnya.

“Bahkan istri melahirkan sekalipun tidak bisa mereka dampingi. Kenyataan yang kami dapat di lapangan, ada penjaga mercusuar yang baru bisa pulang ke rumah ketika anaknya sudah berusia 4 bulan,” ujar Ayah Doe. 

Untuk kepentingan penggarapan film ini, krue Eumpang Breuh mengambil lokasi syuting di Pulau Sabang dan lokasi menara suar di Pulo Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar. 

Film ini diperankan oleh beberapa artis Eumpang Breuh seperti Bang Taleb, Daud, Rima, serta para petugas mercusuar Navigasi Sabang. 

“Lokasi pembuatan film secara langsung dilakukan pada lokasi menara suar Pulo Breuh yang dibangun tahun 1874 dan merupakan salah satu menara suar tertua di Indonesia,” ujar Daud. (*)  (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id