Warga dan Santri Doa Bersama di Aliran Krueng Batee Iliek | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga dan Santri Doa Bersama di Aliran Krueng Batee Iliek

Foto Warga dan Santri Doa Bersama di Aliran Krueng Batee Iliek

BIREUEN – Ratusan warga Desa Cot Meurak, Kecamatan Samalanga berbaur bersama santri dayah di wilayah tersebut menggelar doa bersama di aliran sungai Krueng Batee Iliek, Minggu (24/4). Jamaah yang mayoritas menggunakan pakaian serba putih itu memohon agar masyarakat yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Batee Iliek terhindar dari musibah.

Pantauan Serambi, warga yang berbaur bersama santri mulai memadati pinggiran sungai itu menjelang zuhur dan selanjutnya shalat zuhur berjamaah di meunasah desa setempat. Ba’da zuhur mereka berkumpul dan duduk bersahaja dalam sungai. Meskipun berada di bawah sengatan matahari, para jamaah tampak sangat khusyuk berdoa dipimpin oleh Tgk Husni Syamaun, imum meunasah desa tersebut.

Keuchik Cot Meurak Samalanga, Syamsuddin mengatakan, doa bersama dilakukan warga dan santri untuk memohon kepada Allah SWT agar abrasi Krueng Batee Iliek yang makin mengganas tidak berubah menjadi bencana. Pasalnya, warga Cot Meurak dan santri dayah di sepanjang DAS Krueng Batee Iliek semakin was-was melihat kondisi itu.

Fakta di lapangan, aktivitas pengerukan material galian C menggunakan alat berat di aliran sungai Krueng Batee Iliek semakin gencar. Akibatnya tebing sungai semakin rusak dan mengancam permukiman di sepanjangnya.

Sumber-sumber masyarakat menginformasikan, menyadari ancaman bahaya akibat pengerukan material galian C di aliran Krueng Batee Iliek, mereka berulang kali melapor ke pihak terkait agar dilakukan penertiban. Namun laporan masyarakat tak ditanggapi. “Buktinya hingga saat ini aktivitas pengerukan galian C masih terus berlangsung menggunakan alat berat. Kami hidup dalam bayang-bayang bencana,” kata seorang warga.

Karena laporan tak juga ditanggapi oleh pihak terkait, akhirnya masyarakat setempat bersama santri sepakat menggelar doa bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar dijauhi dari bencana banjir, longsor, dan lainnya. “Pada musim hujan lalu, desa kami diterjang banjir akibat luapan Krueng Batee Iliek. Kami bermohon musibah serupa tidak terulang,” demikian Keuchik Syamsuddin.(c38) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id