Polisi Turunkan Gula Selundupan dari KMP BRR | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Turunkan Gula Selundupan dari KMP BRR

Foto Polisi Turunkan Gula Selundupan dari KMP BRR

SABANG – Kapten Kapal Motor Penyeberangan (KMP) BRR, Senin (25/4) kembali menunda keberangkan kapal itu karena diketahuinya telah dimuat gula selundupan 50 ton (1.000 sak). Karena telah tertunda hampi satu jam, akhirnya, Kapolsek Suka Jaya,Ipda Afrinal bersama anggotanya datang dan memerintahkan pemilik gula untuk menurunkan kembali gula-gula yang tersebut dari kapal. Sehingga sekitar pukul 09.00 WIB kapal itu baru dikeberangkatkan ke pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh.

Gula-gula asal negara Thailand yang sudah dimuat ke dalam kapal pada malam hari itu diduga milik pedagang. Awalnya nyak nyak yang mengaku pemilik gula itu berkeras tak mau menurunkan barang itu. “Perintah untuk menurunkan kembali gula itu disampaikan melalui pengeras suara, tapi meraka tak peduli,” ujar Kapten KMP BRR, Muhammad Noer.

Menurut Muhammad Noer, meski pihaknya sudah berulangkali menunda pemberangkatan kapal akibat pemuatan gula dalam jumlah besar itu, namun hingga kini para toke melalui nyak-nyak dan pekerja tetap saja memuat gula itu ke dalam kapal. Gula-gula illegal itu dimasukan ke dalam kapal saat menjelang subuh.

Maraknya aksi penyelundupan gula illegal melalui kapal lambat itu, disebabkan kurangnya pengawasan dari instasi terkait selaku pihak yang bertanggugjawab setiap barang yang akan masuk ke pelabuhan. “Akhir-akhir ini, petugas sangat jarang melakukan ceking barang-barang saat pemberangkatan kapal di pelabuhan, sehingga penyelundupan gula menjadi tidak terkendali,”katanya.

Sementara Kepala Seksi Penindakan dan Pencegahan Kantor Bea Cukai Sabang, Fobby mengatakan, masalah gula menumpuk sehingga menggangu keberangkatan kapal sudah sering terjadi dan tidak bisa dihadapi dengan sporadis. Pertemuan sudah berkali-kali dilakukan dengan semua yang terlibat di pelabuhan, tapi tidak ada perbaikan berarti.(az) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id