Listrik Padam Lagi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Listrik Padam Lagi

Foto Listrik Padam Lagi

SIGLI – Sejak dua hari terakhir, listrik di sebagian wilayah Aceh termasuk Pidie, padam lagi akibat persoalan yang sama seperti yang terjadi beberapa pekan lalu. Yakni defisit daya karena berkurangnya pasokan arus dari PLTU Nagan Raya. Gangguan terjadi pada dua unit pembangkit listrik yang menyebabkan terjadi beban puncak hingga mencapai 15 megawatt (MW) dari 35 MW yang dibutuhkan untuk kawasan Pidie.

Manajer PLN Area Sigli, Haris Andika, Senin (25/4) mengatakan, dengan terjadinya gangguan pasokan listrik dari PLTU Nagan Raya ini, pihaknya terpaksa memberlakukan pemadaman bergilir sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Menurut Haris, pemadaman bergilir ini harus dilakukan saat beban puncak yakni pukul 18.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Menurutnya, pemadaman bergilir ini tidak saja diberlakukan di Pidie, tapi di seluruh wilayah Aceh. “Di Pidie, pemadaman dilakukan bergilir per tiga jam untuk setiap kecamatan,” katanya.

Namun informasi terakhir yang ia diterima tadi malam, dari dua unit penyuplai listrik PLTU Nagan Raya, satu unit kini sudah normal dan sudah memasuki sistem transmisi ke Pidie. Sehingga volume pemadaman listrik di Pidie bisa dikurangi.

“Meski demikian, dalam satu hari, tetap terjadi pemadaman yang dilakukan secara bergilir per kecamatan, akibat beban puncak yang terjadi sebesar 15 MW,” kata Haris.

Sejumlah warga di Pidie yang menghubungi Serambi, sejak pagi kemarin hingga tadi malam, mengaku sangat kecewa dengan kinerja PLN yang menjadi satu-satunya perusahaan penyuplai listrik di negeri ini. “PLN tak pernah berubah ke arah yang lebih baik. Selalu menghadapi persoalan yang sama, tanpa ada solusi. Sementara pelanggan pun hanya bisa pasrah, karena layanan listrik di negeri ini dimonopoli oleh satu perusahaan. Jika saja ada perusahaan lain yang menawarkan jasa yang sama, pasti kami tak akan mau memilih PLN,” tukas Jalal, warga Kembang Tanjong, Pidie, dengan nada kecewa.

Ia mengatakan, di Kecamatan Kembang Tanjong, pemadaman bergilir ini tidak diberitahukan kepada warga pelanggan. Sehingga warga kalang kabut. “Kalau ditanyakan penyebab listrik padam, jawaban PLN selalu sama yakni devisit daya. Namun persoalan devisit daya ini tak pernah dicari jalan keluarnya, sehingga pelayananPLN pun tak kunjung berubah, kecuali menjerat masyarakat dengan listrik prabayar yang sangat pro-bisnis, tanpa memperhatikan kepuasan konsumen,” tambah Zulfitri, warga lainnya.

Warga Kecamatan Kota Siglie, T Musliadi, bahkan menggugat kembali komitmen pihak PLN, khususnya PLN Area Sigli yang pernah membuat MoU dengan Pemkab Pidie, yang berjanji bahwa PLN akan mengurangi aksi pemadaman.

“Komitmen itu tidak dijalankan, dan PLN kami nilai terlalu mudah mengumbar janji. Padahal kenyataannya, PLN memang tidak mampu memberi kenyamanan pelanggannya,” ujarnya.

Ia menyayangkan, persoalan pemadaman bergilir –yang bukan karena faktor alam– ini bukan hal yang baru dan terus terjadi sejak puluhan tahun lalu. “Masalah ini sudah puluhan tahun dialami masyarakat, dan hingga kini PLN masih saja gagal menjamin ketersediaan listrik untuk pelanggan, yang kini malah menjadi korban komersialisasi listrik oleh negara (BUMN),” katanya.(naz) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id