Aceh Kekurangan Pelatih Futsal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh Kekurangan Pelatih Futsal

Foto Aceh Kekurangan Pelatih Futsal

BANDA ACEH – Provinsi Aceh hingga kini masih sangat kekurangan pelatih futsal yang berlisensi. Padahal, perkembangan olahraga futsal dalam empat tahun terakhir sangat pesat di Bumi Serambi Mekkah. Hal ini ditandai dengan menjamurnya lapangan futsal di berbagai daerah dan meningkat dengan drastisnya para penggemar sepakbola indoor tersebut.

Demikian paparan yang disampaikan Instruktur PelatihFutsal Nasional, Andri Irawan, di sela-sela penutupan Kursus PelatihFutsal Level 1 Nasional di Lapangan Zean’s Sport Gampong Bitai, Banda Aceh, Minggu (24/4). Kursus pelatih yang diikuti 22 peserta dari seantero Aceh dan Sumatera tersebut ditutup secara resmi oleh Sekretaris Umum (Sekum) Asprov PSSI Aceh, Khaidir TM.

Andri Irawan mengatakan, menghadapi turnamen dan berbagai kejuaraan tingkat daerah dan nasional, Aceh memang perlu menambah jumlah pelatih yang memadai agar dapat mengimbangi laju perkembangan olahraga kegemaran anak muda ini. “Aceh perlu tambahan pelatih yang berlisensi, sehingga dapat meloloskan atletnya di sejumlah kejuaraan, baik tingkat lokal semisal Pra-PORA dan PORA, maupun untuk level nasional seperti Pra-PON, Porwil, dan PON,” ujar Andri Irawan yang juga Pelatih Timnas Futsal Indonesia in.

Guna memenuhi jumlah pelatih itu, katanya, perlu diperbanyak kursus pelatih, baik di Aceh maupun luar daerah, sehingga mampu mampu membangun kualitas diri, serta dapat memimpin anak asuhnya bertarung dalam laga resmi di Aceh dan luar Aceh.

Dari segi kualitas, katanya, pelatih Aceh setara dengan pelatih nasional, dan mampu membawa anak-anak asuhnya ke berbagai kejuaraan futsal di Tanah Air. “Soalnya, bila Aceh kekurangan pelatih berlisensi, maka secara otomatis nanti akan diisi oleh pelatih luar daerah, ini tentu sangat merugikan pelatih lokal Aceh,” ujar eks pemain Timnas Futsal ke Piala Asia itu.

Sementara itu, 22 peserta Kursus PelatihFutsal Level 1 Nasional yang berlangsung di Wisma Permata Hati dan Zean’s Sport Gampong Bitai sejak 21 hingga 24 April itu, telah menyelesaikan masa pendidikannya. Kini para Peserta yang berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh dan ada beberapa pelatih dari Medan, Palembang, dan Batam, itu tinggal menunggu keluarnya sertifikat lisensi pelatih mereka dari PSSI Pusat.

Kursus PelatihFutsal Level 1 Nasional yang digelar Asprov PSSI Aceh bersama Asosiasi Futsal Aceh (AFA) itu sendiri resmi ditutup Sekretaris Umum Asprov PSSI Aceh, Ir Khaidir TM MM. Dalam arahannya, Khaidir mengatakan, kursus pelatih itu menjadi pintu gerbang kemajuan olahraga futsal di Aceh. Sejak terbentuk Asosiasi Futsal Aceh (AFA) yang dipimpin Bardan Sahidi, katanya, organisasi itu terus berbenah diri meningkatkan kualitas SDM, baik pelatih maupun wasit futsal.

Ia berharap, kursus pelatih dan wasit futsal itu dapat digelar secara kontinyu, sehingga mencapai rasio yang normal antara jumlah klub futsal dengan jumlah pelatihnya. “Saya yakin, dengan kursus pelatih ini, mampu mengenjot prestasi futsal di Aceh,” jelas Khaidir.

Dia menambahkan, para pelatih jebolan kursus ini nantinya akan menjadi ujung tombak bagi pembentukan klub-klub futsal di kabupaten/kota. “Tak cuma itu, para pelatih ini juga diharapkan bakal menjadi tulang punggung pembentukan tim futsal kabupaten/kota yang berlaga di Pra-PORA 2017 dan PORA 2018. Sebab, salah satu syarat untuk ikut Pra-PORA dan PORA adalah tim daerahnya wajib ditangani pelatih berlisensi,” tegasnya.(min) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id