LBH: Meski Damai, Polisi Harus Mengusut Tuntas | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

LBH: Meski Damai, Polisi Harus Mengusut Tuntas

Foto LBH: Meski Damai, Polisi Harus Mengusut Tuntas

* Perkara Dugaan Salah Transfusi Darah

LHOKSEUMAWE – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Lhokseumawe menyatakan polisi tidak bisa menghentikan pengusutan perkara dugaan salah transfusi darah pada Badriah, warga Geulumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, di Rumah Sakit (RS) Arun. Walau pun kedua pihak sedang menempuh jalan damai.

“Ini adalah delik khusus, jadi tidak bisa dicabut dan polisi harus mengusut tuntas. Efek dari perdamaian ini hanya dalam persidangan untuk pertimbangan hakim nanti, bukan pada tingkat penyidikan,” kata Koordinator LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe, Fauzan SH dalam rilisnya, Minggu (24/4).

Hal itu disampaikannya menanggapi langkah RS Arun yang ingin menyelesaikan perkara ini secara damai. “Keluarga sempat mengundang kami dan mengatakan akan berdamai. Sebagai kuasa hukum, kami tidak bisa mengintervensi keluarga, semua keputusan ada pada keluarga,” ujarnya.

Namun, bagi LBH, katanya, perkara ini tetap tidak bisa diselesaikan secara damai. “Tenaga kesehatan itu adalah orang-orang profesional yang mampu secara ilmu untuk menyembuhkan orang sakit, bukan membuat cacat apalagi meninggal,” katanya.

Sedangkan pengobatan Badriah di RS Arun secara gratis hingga sembuh seperti yang dilakukan saat ini, adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh pemerintah malalui RS yang ada. Karena hal itu adalah hak warga negara yang dijamin dalam konstitusi dan sejumlah peraturan perundang-undangan.

Sementara Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE, menyebutkan sejauh ini pihaknya belum menerima surat perdamaian kedua pihak. Sehingga masih terus dilakukan penyidikan. Namun bila nanti ada surat damai dari kedua belah pihak, polisi akan mencoba berpedoman pada Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat dan Adat Istiadat.

“Dalam qanun itu terdapat beberapa permasalahan yang memang bisa diselesaikan secara adat istiadat. Namun bila perkara ini memang tidak bisa diselesaikan secara adat istiadat sebagaiman yang diatur dalam qanun tersebut, maka perkaranya tetap kita lanjutkan,” demikian Yasir.(bah) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id