Aceh Barat Gelontorkan Rp 12 M | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh Barat Gelontorkan Rp 12 M

Foto Aceh Barat Gelontorkan Rp 12 M

* Untuk Bangun Rumah Duafa

MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat setiap tahun mengalokasikan 10 persen dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk membangun rumah duafa. Seperti halnya pada tahun ini, Pemkab kembali menggelontorkan Rp 12 miliar dari Rp 122 miliar jatah Aceh Barat. Hal ini mengacu kepada Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh terkait dana Otsus untuk rumah duafa.

“Sudah beberapa tahun dialokasikan dana untuk rumah duafa yang dibangun bertahap. Itu salah satu langkah mengatasi kemiskinan dan masyarakat dapat hidup di rumah yang layak,” kata Sekretaris Tim Penanggulangan Kemiskinan Pemkab Aceh Barat HT Ahmad Dadek SH kepada Serambi Minggu (24/4). Menurutnya penerima rumah duafa atau rumah sangat sederhana tersebut harus memenuhi kriteria yakni hidup miskin, memiliki tanah serta harus melalui verifikasi lapangan oleh tim Pemkab.

Ahmad Dadek menyebutkan selain bersumber dari Otsus, di Aceh Barat juga terdapat rumah duafa bantuan Baitul Mal Aceh. Selain itu pada 2017 Pemkab Aceh Barat juga sudah memprogramkan pembangunan rumah layak huni kepada wanita miskin yang sudah uzur. “Pembangunan rumah warga miskin setiap tahun direalisasikan melalui dana Otsus sebesar 10 persen,” ujar Dadek.

Ia kembali meminta keuchik dan aparat desa di Aceh Barat untuk membantu dan mendata desa-desa yang masih terdapat rumah tidak layak huni. Sebab, katanya, setiap bantuan yang akan direalisasikan harus melalui mekanisme dan aturan yang berlaku di antaranya harus dengan permohonan. Namun banyak warga miskin yang tidak mengajukan permohonan sehingga luput dari bantuan.

“Karena itu keuchik perlu membantu mendata masyarakatnya. Namun ada juga desa di Aceh Barat yang secara khusus membantu membangun rumah duafa melalui dana desa,” jelasnya.

Sementara itu Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigasi Aceh Barat Ir Shah Trizal Putra Utama mengatakan pihaknya selama ini juga merealisasikan bantuan rehab rumah untuk warga miskin selain penerima rumah duafa. Seperti pada tahun ini ada 40 unit rumah akan direhab dengan bantuan dana Rp 12,5 juta per rumah.

Namun penerima rehab rumah juga harus melalui verifikasi tim dan mengajukan permohonan ke Pemkab Aceh Barat. “Baru-baru ini kita langsung menindaklanjuti bantuan sementara untuk nenek Syarifah, warga miskin M Dahlan dan bantuan untuk Nek Lis dan janda Masyitah di Kecamatan Woyla,” jelasnya.

Semenatara itu Kadis Pertambangan dan Energi Aceh Barat Herman Yoes kepada Serambi kemarin kemarin mengatakan dua tahun terakhir ini pemerintah kabupaten telah merealisasikan listrik gratis kepada rumah miskin yang bermeteran/KWH sebesar 2 amper. Seperti halnya tahun 2016 listrik gratis akan dinikmati 3.264 KK miskin dengan alokasi dana yang disediakan Pemkab Rp 1 miliar.

Pembayaran rekening listrik untuk rumah miskin langsung ke PLN mengacu data dari PLN serta verifikasi lapangan. “Pemkab Aceh Barat juga merealisasikan pemasangan meteran/KWH meter baru yakni dua amper kepada rumah warga miskin untuk mengatasi persoalan kemiskinan,” ujarnya.(riz) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id