Sampah di Takengon Ditangani Darurat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sampah di Takengon Ditangani Darurat

Foto Sampah di Takengon Ditangani Darurat

* Bupati Aceh Tengah: TPA Uwer Tetemi akan Tetap Difungsikan

TAKENGON – Tumpukan sampah yang terjadi di kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, sejak hampir sepekan ini, akan ditangani darurat dengan cara membuat liang besar di kawasan Bebangka. Langkah darurat ini dilakukan menyusul masih ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Uwer Tetemi di Kampung Mulie Jadi, Kecamatan Silih Nara, kabupaten setempat.

Pantauan Serambi Minggu (24/4) siang, tumpukan sampah yang sudah terjadi sejak sepekan lalu, masih terlihat di sejumlah titik di pusat kota dingin ini. Bahkan sebagian sampah meluber hingga ke badan jalan karena kontainer sampah tidak mampu lagi menampung barang sisa tersebut, lantaran sudah beberapa hari tidak diangkut oleh petugas kebersihan setempat.

Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM yang dimintai tanggapannya oleh Serambi, Minggu (24/4) menyatakan, persoalan sampah ini akan ditangani darurat dengan cara membuat lubang besar di kawasan Blang Bebangka. Sampah-sampah di kota Takengon akan diangkut dan dibuang ke dalam lubang tersebut, dan kemudian ditutup kembali dengan tanah.

“Sore ini juga (kemarin-red), sampah-sampah tersebut, akan diangkut dari kota. Kita upayakan secepatnya masalah ini bisa selesai,” ungkap Nasaruddin.

Bupati Nasaruddin mengatakan, TPA Uwer Tetemi, Silih Nara akan tetap difungsikan karena pembangunan TPA tersebut, sudah berdasarkan kajian sesuai ketentuan. “Syarat untuk pembuatan TPA di Kecamatan Silih Nara, telah terpenuhi. Termasuk kajian dampak lingkungannya seperti UKL dan UPL,” tegas Nasaruddin.

Menurut Nasaruddin, ditutupnya TPA Uwer Tetemi di Kecamatan Silih Nara oleh warga karena kekhawatiran masyarakat yang berlebihan. Padahal, pemerintah juga telah berupaya untuk memenuhi keinginan warga yang ada di seputaran TPA.

“Warga minta sampah yang masuk ke TPA untuk segera ditimbun, itu juga sudah dilakukan. Hanya saja tidak bisa setiap hari dilakukan, lantaran sedang diupayakan pengadaan alat berat,” ujar Bupati.

Nasaruddin menampik bila pembangunan TPA tersebut, tidak disosialisasikan kepada warga setempat, seperti dituding sejumlah warga. Nasaruddin justru menyebutkan, lahan untuk pembangunan TPA tersebut, dibeli dari masyarakat setempat, serta sejumlah pekerjanya juga berasal dari daerah itu. “Jadi TPA ini harus tetap kita fungsikan. Kita akan berikan pengertian kepada warga di daerah itu,” sebut Nasaruddin.

Di sisi lain, lanjutnya, keberadaan TPA Uwer Tetemi di Kecamatan Silih Nara, sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh warga dengan cara mencari bahan untuk dijadikan pupuk kompos dan lainnya. Di samping itu, masyarakat di seputaran TPA, juga harus memikirkan masyarakat yang tinggal di seputaran kota. “Nah, kalau tidak bisa dibuang sampah ke TPA itu, kemana lagi dibuang, tentunya akan menumpuk di kota,” imbuhnya.(my) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id