RSUD Pijay Krisis Darah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

RSUD Pijay Krisis Darah

Foto RSUD Pijay Krisis Darah

* Darah Hasil Donor Selama Ini Dipertanyakan

MEUREUDU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meureudu, Pidie Jaya, Minggu (24/4) dilaporkan mengalami krisis darah untuk semua golongan darah. Sehingga membuat para keluarga pasien kalang kabut mendapatkan darah untuk menyelamatkan nyawa anggota keluarganya yang mengalami musibah, baik yang dirawat di RSUD Meureudu maupun rumah sakit dan instalasi kesehatan lainnya di Pidie dan sekitarnya.

Kekurangan suplai darah ini, sudah terjadi sejak sebulan lalu, namun kini mencapai puncaknya, mengingat Serambi pun menerima keluhan yang sama selama sebulan ini. Baik di Pidie maupun Pidie Jaya dan sekitarnya.

Sejumlah keluarga pasien yang selama seminggu terakhir ini mengeluhkan hal yang sama kepada Serambi, pada umumnya mempertanyakan pengelolaan distribusi darah yang selama ini dipahami untuk kemanusiaan, tapi perlahan mulai tercium adanya bisnis yang tidak sehat. Apalagi kini PMI bukan satu-satunya lembaga pengumpul darah dari pendonor yang sukarela menyumbangkan darahnya.

“Acara donor darah yang mengisi seremonial setiap instansi yang berulang tahun, sangat sering dimuat di koran. Dengan jumlah darah yang terkumpul pun cukup fantastis dalam beberapa bulan ini. Lalu kemana darah yang dikumpulkan ini, karena kami sudah sebulan menunggu, darah yang kami harapkan tidak tersedia baik di PMI maupun di rumah sakit,” ungkap sejumlah keluarga pasien yang terlihat panik karena tak tahu harus berbuat apa untuk mengatasi persoalan ini.

Para keluarga pasien ini sangat menyesalkan bahwa persoalan ini selalu menjadi beban pihak keluarga pasien untuk mencari pendonor. Sementara, pihak PMI maupun instansi terkait, terlihat lebih pasif dalam mendatangkan darah yang dibutuhkan, kecuali saat seremonial donor darah saja.

Wakil Ketua PMI Pidie Jaya, Umar Abda SE, saat dikonfirmasi Serambi, Minggu (24/4) mengakui, bahwa persediaan darah di kabupaten ini sangat kekurangan dalam satu bulan terakhir. Khususnya untuk pasien di RSUD Meureudu.

Padahal menurutnya, kondisi kebutuhan darah saat ini cukup normal, jika dibanding kan musim mudik lebaran, dimana sangat banyak terjadi kecelakaan lakalantas yang membutuhkan banyak persediaan darah. “Namun memang saat ini darah sulit didapat, karena minimnya persediaan di Pidie Jaya,” ujarnya.

Ia juga mengaku krisis darah ini sudah terjadi selama satu bulan, yang membuat keluarga pasien kelimpungan mencari stok darah melalui orang per orang (individu yang bersedia mendonor darahnya) yang terpaksa dicari secara manual, baik melalui pertemanan/kerabat, atau organisasi-organisasi yang terhubung dengan keluarga pasien.

“Meski pihak PMI ditambah lagi instansi-instansi lainnya telah melakukan aksi donor darah setiap dua-tiga bulan sekali, namun tetap saja tak cukup untuk menutupi kebutuhan darah di RSUD Meureudu ini,” ujarnya, tanpa mau merincikan berapa jumlah darah yang didapat dan disalurkan dalam tiga bulan ini dari pendonor.

Kepada Serambi, ia hanya mengakui bahwa kendala yang dihadapi di pihaknya, kekurangan stok darah di RSUD Meureudu ini karena minimnya fasilitas penyimpan darah, berupa Unit Transfusi Darah (UTD) di PMI. Serta terbatasnya daya tampung di UTD RSUD. Meski ‘rajin’ melakukan donor darah, ternyata darah tersebut banyak yang terbuang sia-sia, karena tak dapat disimpan dalam waktu lama akibat kelemahan dalam hal teknologi penyimpanan darah. “Lebih disayangkan, sampai saat ini belum adanya kerja sama antara RSUD Pidie Jaya dengan BPJS tentang darah,” katanya.(c43) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id