Bantahan Mardiatos Atas Berita Penggrebekan di Binjai Barat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bantahan Mardiatos Atas Berita Penggrebekan di Binjai Barat

Foto Bantahan Mardiatos Atas Berita Penggrebekan di Binjai Barat

aceh.Uri.co.id – Mardiatos Tanjung, warga di Jalan Gatot Subroto, Simpang Pertanian, Bandar Senembah, Binjai Barat, membantah dirinya digrebek warga saat bersama perempuan di kamar mandi, Senin (11/4/2016) lalu.

Ia menyebut pemberitaan atas dirinya yang dimuat aceh.Uri.co.id dengan judul “Digerebek, Guru Agama Ditemukan Berduaan dengan Perempuan di Kamar Mandi,”  itu merupakan berita tendensius dan penuh fitnah.

Berita tersebut dikutip aceh.Uri.co.id dari kompas.com yang juga dilansir situs berita aceh.Uri.co.id Medan 

“Dituliskan pada judul dan isinya bahwa saya digerebek warga bersama di kamar  mandi. Ini berita yang tendesius serta tida mengandung kebenaran. Saat itu kami diserang oleh oknum Aruni Reza dan kawan-kawannya dengan membawa awak media. Sedangkan mereka mereka bukanlah warga sekitar tinggal saya,” tulisnya dalam email bantahan berita yang ditujukan kepada aceh.Uri.co.id, Minggu (24/4/2016).

Menurut Mardiatos, saat mereka menyusup ke kediamannya, dirinya sedang berada di ruang tamu sedangkan tamu wanita saat itu permisi ke kamar  mandi.  

“Kami dalam keadaan berpakaian lengkap dan itu disaksikan oleh ibu Kepala Lingkungan Kelurahan Sukaramai, Sri Asnain,” tulis Mardiatos.

Mardiatos membantah bahwa selepas cekcok dengan istrinya,  istri Mardiatoz pergi ke rumah orang tuanya dan ia tetap di kediamannya.

“Ini juga berita yang tidak benar. Istri saya sejak 7 April 2016  telah keluar rumah  tanpa sepengetahuan saya, tidak memberitahukan keberadaannya dan memberitahukan bahwa keluarganya mengurus surat permohonan cerai ke pengadilan agama sebelum pergi, kami tidak pernah cekcok atau sampai melakukan KDRT.”

Ia juga mengakui sudah bukan lagi Ketua Ranting Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejak tanggal 28 Februari 2016. Jadi menurutnya, kejadian itu tidak ada kaitan sebagai kade PKS Binjai.

Bantahan tersebut juga sesuai dengan pernyataan Anggota DPRD Binjai dari Partai Keadilan sejahtera (PKS) Suharjo Mulyono seperti diberitakan aceh.Uri.co.id

“Iya, dia memang dulu kader PKS, dan sudah hampir enam bulan ini sudah dilakukan pemecatan terhadapnya,” ucap Suhar‎jo saat ditemui di DPRD Binjai, Senin (12/4/2016).

Seperti diberitakan sebelumnya, Mardiatos disebut mengancam dengan mengacungkan pisau saat penggrebekan tersebut. Namun ia membantahnya telah melakukan pengancaman dan menerangkan kondisi sebenarnya ketika itu.

“Ditulis saya mengancam warga dengan pisau. Ini juga berita yang tidak mengandung kebenaran. Saat itu kedatangan Ariuni reza saya sambut dengan baik dan membiarkan mereka menggeledah rumah saya. Selesai menggeledah, mereka mulai bertindak anarkis, mencaci maki, serta ingin menyerang saya dan tamu wanita saya.  Untuk itu saya membela diri dan menggertak mereka dengan memukulkan pisau ke tempat pencucian piring bukan mengarahkan pisau kepada mereka. Sebab tindakan mereka yang anarkis itulah, maka ibu kepling Sri Asnaini menghubungi pihak kepolisian untuk mengamankan kami dari tindakan anarkis Arjuni Reza dkk,” tulis Mardiatoz dalam surat bantahan tertanggal 12 April yang juga ia tembuskan ke PWI Kota  Binjai, PWI Sumut, Dewan Pers, dan Kapolres Kota Binjai. (*)

*** 

Berikut Surat Lengkap Bantahan Mardiatos:

Kepada Yth,

Bapak Pimpinan Redaksi aceh.Uri.co.id
Di Tempat

Dengan Hormat
Saya Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : H.Mardiatos Tanjung
Umur : 33 Tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Gatot Subroto No. 130 Kel. Sukaramai. Kec. Binjai Barat.

Terkait dengan pemberitaan di Media online aceh.Uri.co.id pada terbitan Selasa, 12 April 2016 di website http://aceh.aceh.Uri.co.id/2016/04/12/digerebek-guru-agama-ditemukan-berduaan-dengan-perempuan-di-kamar-mandi dengan judul Digerebek, Guru Agama Ditemukan Berduaan dengan Perempuan di Kamar Mandi.

Bahwa dari isi pemberitaan yang dibuat oleh wartawan saudara itu jelas-jelas menyatakan yang isinya sangat tendesius serta tidak mengandung kebenaran. Isi pemberitaan bersifat fitnah dan berunsurkan tekanan serta berindikasi pencemaran nama baik saya dan mengankangi UU Pers No. 40 Tahun 1999. Di antara isi berita tersebut disebutkan bahwa:

1. Dituliskan pada judul dan isinya bahwa Saya digerebek warga bersama perempuan telanjang, mandi bareng, berbuat mesum di kamar mandi.
2. Ini berita yang tendesius dan tidak mengandung kebenaran. Saat itu kami diserang oleh oknum Arjuni Reza dan kawan-kawannya dengan membawa awak media. Sedangkan mereka bukanlah warga sekitar tempat saya tinggal. Arjuni Reza sendiri merupakan warga Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjau Utara. Saat mereka menyusup ke rumah saya, saya sedang berada di ruang tamu sedangkan tamu wanita saya permisi ke kamar mandi. Kami dalam keadaan berpakaian lengkap dan itu disaksikan oleh ibu kepling Lingkungan Ikelurahan Sukaramai Sri Asnaini.
3. Dituliskan juga bahwa selepas cekcok, si istri pergi ke rumah orang tuanya. Sedang Mardiatoz tetap di kediamannya.
4. Ini juga berita tidak benar. Isteri saya sejak hari Kami, 7 April 2016 (empat hari sebelumnya) telah keluar rumah tanpa dan sepengetahuan saya, tidak memberitahukan keberadaannya, dan memberitahukan bahwa keluarganya telah mengurus surat permohonan cerai ke pengadilan agama. Sebelum pergi, kami tidak pernah cekcok atau sampai melakukan KDRT.
5. Dituliskan bahwa saya merupakan Ketua Ranting Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ini berita yang tidak benar, sebab sejak tanggal 28 Februari 2016 saya sudah tidak menjabat sebagai ketua ranting PKS lagi.
6. Dituliskan bahwa Melati akhirya mengiyakan ajakan Mardiatos buat melakukan kencan terlarang di rumahnya. Si Pria lantas menjemput Melati di sebuah tempat. Ini berita tidak mengandung kebenaran. Saya dan perempuan tamu saya itu ditemukan dalam keadaan berpakaian lengkap sesuai kesaksian kepala Lingkungan Sukaramai yang datang sebagai saksi waktu itu. dan kami tidak pernah melakukan kencan dan mesum. Tamu Perempuan tersebut datang sendiri ke rumah saya dan saat bertamu dia permisi buang air kecil ke kamar mandi.
7. Dituliskan juga bahwa alangkah kagetnya mereka mendapat pasangan terlarang ini tengah berduaan di kamar mandi, si perempuan dalam keadaan telanjang dada. Ini berita yang tidak mengandung kebenaran. Saya dan perempuan tamu saya ditemukan dalam kondisi berpakaian lengkap sesuai dengan kesaksian kepala lingkungan Sukaramai yang datang sebagai saksi waktu itu.
8. Ditulis juga bahwa saya mengancam warga dengan pisau. Ini juga berita yang tidak mengandung kebenaran. Saat itu kedatangan Arjuni Reza saya sambut dengan baik dan membiarkan mereka menggeledah rumah saya. Selesai menggeledah, mereka mulai bertindak anarkis, mencaci maki, serta ingin menyerang saya dan tamu wanita saya. Untuk itu saya membela diri dan menggertak mereka dengan memukulkan pisau ke tempat pencucian piring bukan mengarahkan pisau kepada mereka. Sebab tindakan mereka yang anarkis itulah, maka ibu kepling Sri Asnaini menghubungi pihak kepolisian untuk mengamankan kami dari tindakan anarkis Arjuni Reza dkk. Dan itu pengakuan polisi kepada kami. Arjuni Reza juga menghasut warga dan menyebarkan fitnah untuk menutupi aksi anarkis mereka. Hal ini dibuktikan juga dibuktikan, bahwa pihak kepolisian membawa kami dengan mobil Avanza biasa, bukan dengan mobil patroli.
9. Pihak kepolisian di Mapolsek Binjai Barat telah melakukan pemeriksaan terhadap saya Mardiatos Tanjung (Terlapor) istri saya Artina Muhamy (Pelapor), serta saksi saksi termasuk Kepling Lingkungan Sukaramai Ibu Sri Asnaini), Pemeriksaan ini ditangani langsung oleh Kanit Reskim Polsek Binjai Barat Bapak Ipda Junaidi. Hasilnya tidak ada tindakan saya yang mengarah kepada perbuatan asusila sepert pelecehan, pencabulan dan perzinahan.
10. Dan dalam penulisan wartawan saudara merupakan opini berkelebihan dan sepihak tanpa melakukan konfirmasi lebih jauh kepada saya, sehingga pemberitaan tersebut membuat Saya dirugikan. Berita ini tidak mengandung kebenaran. Sangat menyudutkan da tendensius serta mencoreng arma baik saya untuk menjunjung tinggi harkat dan maruahat Profesi Jurnalis seuai denvan UU Per Na 40 Tahun 1940. Saya selaku objek korban pemberitaan itu yang telah merusak citra nama baik saya
bersama instansi Partai, maka dengan ini Saya sangat keberatan dan akan menempuh ke jalur hukum, dan kiranya Bapak Pimpinan Redaksi Media Online aceh.Uri.co.id dapat untuk menerbitkan BANTAHAN ini pada halaman yang saman dan menghapus pemberitaan tersebut dari media online sesuai UUP Pers, serta menindak tegas wartawan saudara yang membuat pemberitaan yang isinya mengandung fitnah dan tendensius tidak menandung kebenaran dan tanpa terlebih dahulu melakukan cek dan ricek serta konfirmasi secara benar kepada Saya yang telah dirugikkan. Sebelum dan sesudahnya, Saya ucapkan terima kasih.

Binjai, 12 April 2016
Hormat Saya,
H. Mardiantos Tanjung.


(uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id