Ramai-ramai Bicara Industri LNG | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ramai-ramai Bicara Industri LNG

Foto Ramai-ramai Bicara Industri LNG

OLEH MUCHLIS, Petroleum Geoscientist, sedang belajar pada Riset Co2 Geo-sequestration dan Enhanced Oil Recovery pada Porous Rocks, sementara bermukim di Perth, melaporkan dari Australia

KONFERENSI Liqiud Natural Gas (Gas Alam Cair) Dunia diadakan setiap tiga tahun. Kali ini dilaksanakan di Kota Perth, Australia, berlangsung dari tanggal 11 sampai 15 April 2016.

Perth, Australia, merupakan Houston-nya Asia Pasifik, karena sebagian perusahaan besar migas dunia beroperasi dan berkantor di sini. Operasi kegiatan migas yang meliputi eksplorasi dan produksi di Western Offshore Australia telah membawa keberhasilan penemuan beberapa lapangan gas raksasa, seperti Gorgon, Wheatstone, Pluto, North West Shelf Venture, dan Prelude.

Kelima ladang gas raksasa ini telah dan sedang dibangun kilang LNG senilai 150 miliar dolar Australia (sekitar 1.500 triliun rupiah). Australia pada tahun 2020 akan menjadi produsen gas terbesar nomor dua dunia setelah Qatar dengan produksi LNG 85 Mta (85 juta ton per tahun) dari 10 kilang LNG. Jepang merupakan konsumen terbesar LNG Australia, menyerap hampir 50%.

Dalam konferensi internasional LNG itu, hampir seluruh produsen, supplier, dan kontraktor LNG dunia hadir. Pesertanya sangat ramai. Alhamdulillah, saya disponsori sebuah perusahaan migas untuk menghadiri konferensi ini. Kalau bayar sendiri jelas saya tak mampu, sebab harga tiketnya mencapai ribuan dolar Australia.

Konferensi ini menghadirkan pembicara dari para chief executive officer (CEO) perusahaan migas: Shell, Chevron, ExxonMobil, Qatar Gas, Inpex, Woodside, dan lain-lain. Untuk pertemuan berikutnya, Shanghai yang akan menjadi tuan rumah.

Dalam pertemuan di Perth ini, ada pernyataan CEO Chevron, John Watson yang menarik untuk saya ingat. Menurutnya, di masa depan, harga energi terjangkau harus menjadi prioritas nomor satu negara-negara berkembang.

John Watson menambahkan, proyek-proyek LNG Australia biayanya lebih besar 50 persen dari proyek yang sama di Amerika Serikat. Ini karena biaya buruh dan pengendalian lingkungan Australia yang lebih mahal. Namun, besarnya biaya ini setimpal dengan pelayanan Pemerintah Australia dalam mempercepat proyek LNG di negara tetangga Indonesia itu.

Sementara itu, CEO Woodside, Peter Coleman, menekankan bahwa proyek LNG masa depan haruslah lebih ramah lingkungan, efisien, dan tidak menelan biaya terlalu sangat mahal.

Di sela-sela pelaksanaan konferensi LNG ini, boot (stan) perusahaan Shell, favorit saya, menayangkan simulasi 3 dimensi (3D) pengembangan FLNG (LNG apung) proyek Prelude. Cukup menarik.

Pertamina pun hadir membuka boot pada pameran ini dan tampil beda karena disertai kesenian tari dan praktik membatik. Pimpinan SKK migas pada hari ketiga (sesi terakhir) diundang sebagai panelis bersama Presiden Bechtel (perusahaan EPC), Chief Operating Officer (COO) Woodside dan seorang konsultan independen membahas “Project Management-Today and Tomorrow”.

Semua panelis menyatakan bahwa masalah terbesar tertundanya proyek besar migas adalah oleh masalah engineering (rancang bangun).

Pimpinan SKK migas menambahkan, masalah sosial dan politik pun berperan besar bagi tertundanya proyek migas. Mungkin ini pengalaman khas Indonesia.

Beberapa hari lalu, Pertamina menandatangani Heads of Agreement (HoA) dengan Woodside, membeli LNG sebesar 1 Mta, seiring dengan meningkatnya kebutuhan gas di Indonesia.

Untuk Aceh sendiri, harapan kita agar Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) yang dipimpin Marzuki Daham yang kaya pengalaman di bidang industri migas, bisa menarik investor untuk melakukan kegiatan eksplorasi di Aceh.

Kegiatan eksplorasi yang terhenti puluhan tahun akibat konflik, masih menyisakan ruang eksplorasi bukan hanya laut, tapi juga di darat. Jika ada penemuan migas terbaru nantinya, pemenuhan kebutuhan energi domestik harus menjadi prioritas. Jangan ulangi lagi kesalahan di masa lampau. Yang sudah, sudahlah.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email [email protected] (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id