Hati-hati! Penipuan Cek Palsu | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Hati-hati! Penipuan Cek Palsu

Foto Hati-hati! Penipuan Cek Palsu

* Amplop Dilempar ke Teras Rumah

BANDA ACEH – Hati-hati bagi anda yang menemukan amplop dinas yang di dalamnya berisikan surat izin usaha, surat tanah, dan cek yang tertera Rp 2,7 miliar atau lebih. Itu jelas penipuan, dan sebaiknya diabaikan saja. Bukan hanya di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, kelompok penipu itu juga telah beraksi di sejumlah kabupaten lainnya di Aceh.

Seperti diceritakan Ari Cristian warga Kompleks Bukit Permai, Gampong Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Menurut Ari, sebuah amplop dinas ditemukan di teras rumahnya pada Jumat (22/4). Disebutkan, dalam amplop itu ada cek Rp 2,7 miliar bernomor 2090463 yang tertulis Bank Danamon Bandung, dan dua surat yakni surat izin usaha berkop Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kalimantan Selatan, bertuliskan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atas nama PT Bukit Borneo Energi, dengan Presiden Direktur Anton Hanafi. Dalam amplop bertuliskan ‘secret docoment’itu juga ada surat tanah palsu juga beralamat di Kalimantan Selatan.

Dalam surat izin usaha itu ada nomor telepon yang bisa dihubungi. “Kalau orang awam menemukan amplop tersebut pasti menelpon pemilik surat penting itu dan belakangan diarahkan ke ATM dan jika tak hati-hati uang yang ada dalam ATM kita akan tertransfer ke rekening pemilik buku itu,” ujarnya. Menurut penemu amplop lainnya juga mengatakan, ketika ditelepon oleh pemilik surat itu, dikatakan dia akan memberi uang untuk biaya mengirim kembali surat penting padanya.

Karena itu, penemu surat itu diarahkan ke ATM, dan akhirnya diarahkan agar mentransfer uang ke rekening pemilik surat tersebut. “Untung saya sadar ketika berada di ATM saya diarahkan untuk mentransfer uang ke rekening pemilik buku itu, langsung saya batalkan,” ujar Azhari warga Mibo, Banda Aceh yang juga pernah menemukan amplop yang surat-surat penting sama seperti itu. Sejak dua hari terakhir surat itu telah beredar banyak di sejumlah kabupaten lainnya.

Sebelumnya, pada 9 April, YH seorang warga Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, nyaris menjadi korban penipuan. YH yang mengaku menerima surat itu dari seorang sopir L 300 yang menemukan surat itu di jalan. Isi surat itu sama seperti yang ditemukan warga lainnya termasuk cek Rp 2,7 miliar, surat tanah dan surat izin usaha semua beralamat di Kalimantan Selatan.

Kata YH, ketika ditelepon diterima oleh pria mengaku bernama Ramlan Subekti, pemilik PT Cipta Banjarindo Mandiri, seperti alamat yang tertulis pada cek itu. Dan pemilik surat itu mengaku mau kirim uang terima kasih. “Saya diminta ke ATM Bank Mandiri, ternyata beberapa saat kemudian saya disuruh menekan transfer, langsung saya batal,” ujar YH.(mis/mir) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id