Pemohon Rumah Capai 860 Unit | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pemohon Rumah Capai 860 Unit

Foto Pemohon Rumah Capai 860 Unit

* Kuota Pemkab Hanya 120 Unit

MEULABOH – Pemohon rumah duafa di Kabupaten Aceh Barat mencapai 860 unit. Jumlah ini dinilai tak sebanding dengan jumlah kuota rumah yang akan dibangun pada 2016 yang hanya 120 unit.

Kabag Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Aceh Barat MK Bangun mengatakan di luar jumlah 860 unit tersebut, ada warga lainnya yang hingga kini masih menempati rumah tak layak huni. “Tentu yang diproses lebih awal mereka yang mengajukan permohonan. Kami hanya merekap dan meneruskan ke Bagian Pembangunan Setdakab untuk diverifikasi. Sementara yang membangunnya adalah Dinas Cipta Karya,” kata Bangun kepada Serambi kemarin.

Menurutnya bagi warga yang belum membuat permohonan diharapkan segera menyerahkan proposal dengan melampirkan syarat diketahui kepala desa, direkom pihak camat serta diteruskan ke Bagian Keistimewaan dan Kesra Setdakab untuk direkap. Berikutnya proposal tersebut diteruskan ke Bagian Pembangunan untuk diverifikasi lapangan.

MK Bangun juga menambahkan untuk tahun 2016, sesuai kuota dari provinsi Aceh Barat hanya mendapat sebanyak 120 unit bersumber dari dana Otsus. Sedangkan pada 2015 lalu Aceh Barat mendapat 156 unit, pada 2014 sebanyak 185 unit, dan pada 2013 sebanyak 222 unit. “Meski sudah mulai dibangun melalui dana Otsus, tapi masih banyak warga yang belum mendapatkannya sehingga besar harapan perlu ada penambahan kuota untuk Aceh Barat,” ungkapnya.

MK Bangun menyebutkan pada Jumat (22/4) lalu pihaknya bersama Dinas Sosial serta Islamic Relief juga menyerahkan bantuan sementara kepada Nek Lis (80), warga miskin di Desa Lung Teungku Yah, Kecamatan Woyla serta janda Maryitah, anak dari Nek Lis yang tinggal di rumah gubuk berbeda di desa setempat. Untuk bantuan lanjutan seperti membangun rumah sudah disampaikan kepada keduanya serta pihak desa untuk dibuatkan permohonan.

Sebab, sejauh ini mereka tidak pernah mengajukan permohonan rumah bantuan ke Pemkab. “Saat kita turun Pemkab membantu uang masing-masing Rp 1 juta serta bantuan kasur serta perlengkapan lain dari Islamic Relief serta Dinas Sosial,” kata Bangun.

Dia sebutkan di Woyla saat ini masih banyak rumah warga miskin yang tidak layak huni. Nek Lis dan Marsyitah akan diupayakan mendapatkan rumah bantuan dalam tahun 2016 atau 2017. “Dari laporan kita peroleh, pada 2016 pemerintah akan memasang meteran listrik untuk rumah gubuk yang ditempati Nek Lis,” jelasnya.(riz) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id