Galus Sosialisasi Dana Desa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Galus Sosialisasi Dana Desa

Foto Galus Sosialisasi Dana Desa

* Group Dabus Pembuka Acara

BLANGKEJEREN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues (Galus) melaksanakan sosialisasi pengawasan dana desa di gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Sabtu (23/4). Salah satu group dabus menunjukkan kebolehan di hadapan pejabat dan seratusan perangkat desa, termasuk Irjen Kemendagri, Ir Tarmizi A Karim yang berbaur bersama warga.

Group debus Senan Rebung asal Kutelintang, Kecamatan Blangkejeren beranggotakan sepuluhan pemain untuk memeriahkan sosialisasi pengawasan dana desa. Kegiatan itu yang sempat membuat pengunjung menahan nafas diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Galus berkerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri.

Perhelatan itu juga disaksikan Bupati Galus Ibnu Hasim bersama para kepala SKPK, camat, termasuk ratusan masyarakat, sebagai acara pembuka sosialisasi. “Dalam membangun desa, khasanah desa harus dijaga, karena berbeda dengan pembangunan di ibukota,” jelas Tarmizi A Karim saat menyampaikan kata sambutan.

Dia menegaskan desa memiliki budaya dan adat isitiadat yang kuat, sehingga harus dipertahankan. Disebutkan, dalam membangun desa, ada inisiatif pemerintah daerah, salah satunya berupa kebijakan dalam menyalurkan dan memberikan dana serta mengalokasi anggaran untuk desa.

Tarmizi menjelaskan keterbukaan dan transparansi dalam penggelola anggaran dana desa merupakan hal penting dalam menjaga kebersamaan dengan masyarakat. “Hilangkan rasa kekhawatiran dalam penggelolaan dana desa, tetapi harus terbuka dan transparan dengan masyarakat,”kata Irjen Depdagri Bidang Pengawasan, Tarmizi A Karim.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Ibnu Hasim mengatakan daerah yang dipimpinnya terdapat 144 desa, tetapi 9 desa masih berstatus desa persiapan. Dia berharap, melalui sosialisasi ini, semua desa bisa menjadi desa definitif dan akan diupayakan dalam dekat ini.

Ibnu Hasim menyatakan Galus berada di urutan kedua sebagai kabupaten terluas di Aceh, setelah Kabupaten Aceh Timur, tetapi jumlah penduduk masih sekitar 105.000 jiwa. “136 Desa yang sudah berstatus definitif mendapat dana dari pemerintah pusat dan desa persiapan dari pemerintah kabupaten,” katanya.

Sementara, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Galus, Drs Ilyas mengatakan dana untuk desa definitif, antara Rp 600 juta sampai Rp 700 juta yang bersumber dari APBN. Sedangkan untuk 9 desa persiapan,mendapat alokasi dana Rp 400 juta bersumber dari APBK Galus. “Kegiatan sosialiasi pengawasan dana desa ini inisiatif dari Depdagri,” tandasnya.(c40) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id