Petani Minta Tanggul Irigasi Diperbaiki | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Petani Minta Tanggul Irigasi Diperbaiki

Foto Petani Minta Tanggul Irigasi Diperbaiki

SIGLI – Petani di Gampong Tunong dan Gampong Pako, Kecamatan Keumala, Pidie, mendesak perbaikan tanggul irigasi yang jebol diterjang banjir sejak tiga tahun lalu, namun hingga kini belum diperbaiki.

Akibat jebolnya tanggul irigasi itu, areal persawahan seluas 52 hektare tidak bisa diairi. Untuk mengairi sawah, warga terpaksa membangun tanggul darurat dengan meletakkan goni berisi pasir sepanjang 50 meter melintasi Krueng Keumala supaya air bisa mengalir ke sawah.

“Setiap menjelang musim tanam, petani harus mengumpulkan uang untuk menyewa alat berat guna mengeruk aliran sungai dan meletakkan goni berisi pasir, agar air bisa mengalir ke sawah kami,” kata Imum Mukim Keumala Dalam, M Yusuf, kepada Serambi, Sabtu (23/4).

Pembuatan tanggul darurat ini pun tidak bertahan lama, dan terpaksa dilakukan setiap tiba musim tanam sejak tiga tahun lalu. Menurutnya, dalam setahun, petani menyewa alat berat mencapai sepuluh kali untuk melakukan pengerukan Krueng Keumala. “Dana untuk sewa alat berat terpaksa kami kumpulkan dari petani masing-masing Rp 1,5 juta per orang. Hal ini tentu sangat memberatkan kami,” tambah Asnawi, ketua kelompok tani setempat.

Asnawi mengatakan, ia bersama kelompok tani lainnya sudah melaporkan persoalan ini kepada pejabat Pemkab Pidie, saat meninjau tanggul irigasi yang rusak akibat banjir ini. “Anehnya, sampai kini belum ada realisasi apapun dari Pemkab Pidie. Padahal mereka sudah berjanji membangun tanggul irigasi baru, tapi janji itu tak pernah dipenuhi,” katanya

Keuchik Gampong Tunong, Fakhruddin, menambahkan, bahwa saat ini petani di gampongnya mengalami gagal panen karena kekurangan air, akibat tanggul irigasi yang rusak tidak juga diperbaiki oleh pemerintah.

“Sawah yang gagal panen mencapai sepuluh hektare akibat kekurangan air. Pemkab Pidie seharusnya memprioritaskan pembangunan tanggul irigasi di Keumala, mengingat tanggul tersebut telah lama rusak,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pidie, Zulkifli ST, hingga kemarin tidak menjawab panggilan telepon dari Serambi yang hendak mengonfirmasi persoalan ini. Bahkan, pesan singkat yang dikirim juga tidak dibalas.(naz) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id