“Strategi Belanda Kepung Aceh” ada di New Zikra | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

“Strategi Belanda Kepung Aceh” ada di New Zikra

  • Reporter:
  • Sabtu, April 23, 2016
Foto “Strategi Belanda Kepung Aceh” ada di New Zikra

BANDA ACEH – Buku “Strategi Belanda Mengepung Aceh” yang ditulis Yusra Habib Abdul Gani, kini sudah bisa dibeli di toko buku New Zikra, Jalan KH Ahmad Dahlan, Banda Aceh. Buku yang sudah tersedia di New Zikra sejak Kamis (21/4) ini dan dijual Rp 55 ribu itu, mengisahkan secara ringkas tentang taktik dan strategi Belanda mengepung Aceh.

Buku itu semata-mata membuktikan keunggulan ideologi kolonialisme, kekayaan, kejayaan, dan kristenisasi oleh penjajah di Benua Eropa, Asia, Afrika, Australia, dan Amerika.

“Tentunya buku ini banyak dicari oleh para pecinta sejarah, termasuk saja mahasiswa, masyarakat umum yang sedang penelitian sejarah Aceh atau penggemar sejarah,” kata Manager New Zikra, Lailun Kamal, Rabu (20/4).

Buku yang diterbitkan Bandar Publishing itu, mengungkapkan fakta-fakta yang menarik seperti perubahan strategi perang dari pendekatan militer secara total kepada kombinasi antara serangan militer dengan pendekatan nonmiliter secara serentak.

“Hal ini dilakukan oleh militer Belanda setelah sadar dan berpuluh-puluh tahun pasukan ‘marechaussee’ yang dikenal disiplin tinggi, ditata rapi, dan bertindak biadab ketika melancarkan serangan, tanpa mengenal perikemanusiaan, ternyata hasilnya tetap tidak mendatangkan hasil maksimum dan memuaskan alam peperangan di Aceh,” paparnya.

Penganalisis perang Belanda, Yusra, mengatakan dalam buku itu juga menceritakan Belanda sempat resah dan mengaku di antara penyebabnya adalah kekuatan semangat perang pejuang Aceh dengan bersandar kepada akidah perang jihad fisabilillah, yang dipadukan dengan lirik-lirik Hikayat Perang Sabi. Hikayat ini ternyata memotivasi dan merangsang pejuang Aceh, tak terkecuali wanita.

Hal ini menggusarkan penjajah Belanda, sehingga diperintahkan untuk memusnahkan naskah-naskah Hikayat Perang Sabi agar pejuang Aceh kehilangan pegangan dan dorongan moral. Selain itu Pemerintah Belanda mengerahkan aktivis organisasi Islam di Pulau Jawa, seperti Syarikat Islam, Muhamadiyah, dan NU untum bebas beraktivitas di Aceh.

“Sehingga pada gilirannya, orang Aceh pun tergiur dengan politik, demokrasi, dan nasionalimse yang berkembang di Pulau Jawa itu dengan bersamaan pula ikut menceburkan diri ke kancah politik,” jelas Yusra. (avi) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id