Gara-gara Informasi Sesat, Nyawa Melayang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gara-gara Informasi Sesat, Nyawa Melayang

Foto Gara-gara Informasi Sesat, Nyawa Melayang

NASIB tragis menimpa petugas mobil pemadam kebakaran (damkar) Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Tamiang. Mobil yang ditumpangi enam petugas damkar itu terbalik di depan Mapolres Aceh Tamiang saat berupaya mendahului sebuah mobil Avanza yang melaju di depannya, Kamis (21/4) siang.

Mobil damkar itu melaju kencang. Sopirnya bahkan menghidupkan sirine agar diberi akses jalan. Hal itu mereka lakukan setelah mendapat informasi dari warga bahwa yang terbakar adalah rumah warga.

“Informasi itu sempat dipastikan apa benar rumah yang terbakar atau justru ladang. Tapi warga tersebut menyatakan bahwa benar rumah yang terbakar,” ujar Yusuf, petugas Damkar Aceh Tamiang yang menerima telepon dari warga.

Karena informasi tersebut dinilai emergency, sehingga pihak BPBD mengerahkan dua mobil pemadam. Sesuai prosedur tetap (protap), mereka menghidupkan sirine dan melaju kencang. Namun, saat berada di depan Mapolres Aceh Tamiang, ada sebuah mobil Avanza yang melaju di tengah jalan. Mobil tersebut tidak bergeser atau menepi ke samping kiri, meski mobil damkar sedang melaju.

“Tapi ternyata informasi itu sesat, karena yang terbakar hanya ladang ilalang dan kayu milik warga,” kata Yusuf. Padahal, menurutnya, andai bukan rumah yang terbakar, maka petugas damkar tidak terburu-buru dan tak mesti menghidupkan sirene karena kondisinya tidak emergency.

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Pemadam Kebakaran pada BPBD Tamiang, Muhammad Husni didampingi petugas damkar bernama Fajar menyebutkan bahwa dua damkar siang itu dikerahkan BPBD Tamiang ke lokasi kebakaran.

Namun, karena di ujung telepon ada seorang warga yang menyebutkan bahwa sekitar pukul 13.45 WIB ada rumah yang terbakar di Desa Tupah, Kecamatan Karang Baru, pihaknya pun langsung berangkat mengerahkan dua mobil pemadam 02 dan 04 ke lokasi. Jaraknya mencapai lima kilometer dari pos pemadam 02 Kota Kualasimpang.

Tapi kemudian yang sebenarnya terjadi adalah bukan rumah warga yang terbakar, melainkan ladang. “Informasi itu ternyata informasi sesat karena ternyata tak ada rumah warga yang terbakar,” kata Muhammad Husni, Kepada Bidang Pemadam Kebakaran BPBK Aceh Tamiang kemarin.

“Andainya warga memberi informasi yang benar, maka petugas kami tidak mesti buru-buru menuju lokasi kebakaran, sehingga musibah ini tidak terjadi walaupun semuanya itu atas kehendak Allah,” ujarnya. Nah, kisah tragis ini pantasnya diberi judul: Gara-gara Informasi Sesat, Nyawa Melayang. Dan begitulah faktanya. (md) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id