Berburu Kuliner Halal di Bekas Jalur Sutera | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Berburu Kuliner Halal di Bekas Jalur Sutera

Foto Berburu Kuliner Halal di Bekas Jalur Sutera

OLEH AL-ZUHRI, Mahasiswa Master Communication Studies di Huazhong University Science and Technology (HUST), melaporkan dari Tiongkok

PELESIR ke negeri-negeri minoritas muslim seperti Tirai Bambu (Tiongkok), tentu yang turut terlintas di benak kita adalah tentang bagaimana dengan makanan halalnya. Makanan halal tentunya merupakan perkara wajib yang dibutuhkan setiap muslim beriman.

Sebenarnya hal ini tak perlu kita tanggapi terlalu berlebihan, apalagi sekarang ada banyak negara yang menyuguhkan wisata islami guna memudahkan dan memberi kenyamanan bagi wisatawan muslim. Begitu pula di daratan Tiongkok. Untuk soal perut kita tak perlu harus berpikir seribu kali. Huimin Jie di kota Xi’an adalah lokasi wisata yang tepat untuk disambangi, apalagi bagi Anda pencinta kuliner. Soalnya, di sini terdapat berbagai jenis makanan halal lagi sedap ala muslim Tirai Bambu. Hampir di sepanjang jalan ini terdapat penjaja makanan halal yang tak pernah sepi dari para penikmat.

Sedikit berbeda jika kita berwisata ke kota-kota Tiongkok umumnya dengan jumlah penduduk muslim yang sedikit, rumah makan halal berpencar-pencar. Antara satu rumah makan halal dengan lainnya tidaklah berdekatan. Namun, di Huimin Jie kita akan temukan kenyataan sebaliknya. Kita tak perlu sangsi akan ketidakjelasan kehalalannya, sebab para penjual adalah muslim setempat dan pedagang muslim asal Xinjiang.

Sementara itu, di beberapa restoran halal terkadang mereka juga menjual minuman keras (miras). Saya pernah mendapati kondisi ini di beberapa rumah makan halal di kota seperti Beijing dan Tianjin ketika saya ke sana tahun lalu. Ini pengalaman buruk yang pernah saya dapati. Dalih mereka menjual benda ini lantaran kebanyakan konsumennya adalah penduduk nonmuslim yang memiliki kebiasaan minum miras ketika makan bersama. Walaupun ini terlihat negatif untuk diceritakan, tapi saya rasa penting untuk di-share agar kita sama-sama tahu bagaimana kondisi rumah makan halal di negara lain sebetulnya.

Namun, bukan berarti seluruh rumah makan halal berkondisi sama. Kebetulan saja beberapa rumah makan yang sempat saya dapati dalam kondisi demikian. Saya juga kecewa menyaksikan kondisi ini.

Syukurnya, saya tak mendapati kondisi yang sama di Huimin Jie. Huimin Jie benar-benar membuat suasana makan menjadi aman dan nyaman. Tempat ini bagaikan surga yang dirindukan orang seperti saya yang sudah lama tidak melihat makanan halal melimpah ruah. Jujur saja bila dibandingkan di tempat saya (Kota Wuhan), di Xi’an lebih mudah memperoleh berbagai jenis makanan halal. Menunya pun bervariasi, karena muslim di sini lebih ramai dibandingkan di Wuhan.

Huimin Jie adalah nama jalan di Kota Xi’an yang sudah dikenal umum sebagai tempat menikmati kuliner halal. Makanan halal di kota ini memiliki kaitan erat dengan sejarah muslimnya. Makanannya beraneka jenis, meliputi nasi, mi, sate, seafood goreng, kebab, kentang, roti, keripik, kipang, tofu, manisan buah, teh, jus, ice creame, aneka jenis gorengan, aneka jenis cemilan khas mereka. Rasanya pun bersahabat dengan lidah kita. Sedang bagi Anda pecinta ikan laut harus siap-siap berpuasa dulu, karena di sini agak sulit untuk memperolehnya, mengingat Xi’an jauh dari bibir pantai. Untuk kebutuhan lauk pauk mereka biasanya mengonsumsi telur, daging sapi, kambing, dan ayam.

Tak hanya sekadar dapat menikmati makanan halalnya, di seputaran Huimin Jie juga ada tempat wisata lainnya seperti Zhonglou (Bell Tower) dan Gulou (Drum Tower) yang siap menyempurnakan sensasi wisata kuliner kita. Apalagi jika kita datang di malam hari, lampu dari bangunan histori ini mampu menambah anggun kekokohannya.

Huimin Jie benar-benar membuat orang lupa untuk pulang. Bahkan orang-orang yang sudah pernah ke sini ingin kembali lagi. Begitulah ungkap teman-teman yang sudah pernah datang. Kebetulan saat saya ke sana masyarakatnya sedang menata kota menyambut tahun baru Imlek ketika itu. Jadi, di jalanan tampak sedikit indah karena lampion merah sudah mulai dipasang.

Huimin Jie, salah satu destinasi yang tak dapat dikesampingkan perannya dalam menunjang sensasi Kota Xi’an. Ia bak penyempurna rantai destinasi khas kota “prajurit Terakota” ini.

Selain itu, Xi’an juga masyhur dengan jalur sutera yang menghubungkan beberapa negara dulunya. Ada sejarah panjang perjalanan para pedagang dari negara lain ke kota ini, termasuk para pedagang asal negara-negara Islam. Beberapa dari pedagang ketika itu ada yang menetap dan menikah dengan penduduk setempat.

Bagi Anda penyuka sejarah, Xi’an adalah tempat yang sangat tepat, sebab banyak sejarah yang bisa dipelajari dari tempat ini.

Selama berada di Xi’an saya tinggal di Shuyuan Youth Hostel, karena lokasinya sangat strategis. Hostel ini berada dekat dengan beberapa lokasi wisata seperti Wall City. Dan yang paling penting adalah mudah akses ke stasiun kereta api, bus, dan subway-nya. Tempatnya terletak di dekat Stasiun Bus Nanmen dan agak masuk ke dalam lorong beberapa meter. Bila kita berawal dari stasiun kereta api, maka kita bisa naik bus untuk sampai ke tempat ini. Transportasi umum di Tiongkok memang sangatlah mudah dan ini menjadi alasan bagi banyak orang untuk berwisata ke kota-kotanya. Pada akhirnya tiga kata dari saya: Anda harus mencobanya!

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email [email protected] (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id