Saluran Irigasi Krueng Jrue Direhab | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Saluran Irigasi Krueng Jrue Direhab

Foto Saluran Irigasi Krueng Jrue Direhab

* Petani Diminta tak Tanam Gadu

JANTHO – Sekitar tujuh ribu hektar areal persawahan di Aceh Besar yang selama ini mendapat suplai air dari sayap kanan irigasi Krueng Aceh, dipastikan tak mendapatkan suplai air selama enam bulan ke depan, karena saluran utama atau saluran induk irigasi teknis tersebut mengalami rehab berat.

Perbaikan saluran induk itu membuat petani di sembilan kecamatan dalam wilayah Aceh Besar, diimbau untuk tidak bertanam padi musim gadu. “Jika dipaksakan, berkemungkinan gagal produksi, karena suplai air tak ada, atau hanya bergantung dengan sistem tadah hujan yang tentu saja spekulatif,” ujar Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh Besar, Ir H Hasballah, kemarin.

Untuk mengantisipasi anjloknya pendapatan petani akibat rehab berat saluran irigasi tersebut, Pemkab Aceh Besar melalui Dinas Pertanian telah menyalurkan bibit jagung untuk 5500 hektar areal tanam, serta bibit kedelai seluas 2000 hektar. Pemberian bibit itu bertujuan agar petani yang tak membudidayakan padu gadu, bisa beralih ke palawija yakni jagung dan kedelai.

Sementara itu Kadis Pengairan Aceh Besar Ir H Azwar menyatakan, rehab berat saluran induk irigasi Krueng Jrue sayap kanan itu berawal dari kawasan Lamsie Kecamatan Seulimuem hingga Cot Bagi Kecamatan Blangbintang. “Dengan direhabnya saluran induk, untuk musim gadu 2016 pihak pengairan tidak melayani kebutuhan air irigasi Krueng Aceh sayap kanan untuk petani pemakai air di area suplai selama ini,” kata Azwar yang didampingi PPK Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh, Ir Muhd Jhony Khairi.

Wilayah yang tak terkena suplai air selama rehab berat saluran utama itu adalah, kawasan Seulimuem, Indrapuri, Montasik, Ingin Jaya, Blang Bintang, hingga kawasan Darussalam dan Baitussalam. Rehab berat saluran induk itu menelan dana Rp 21,9 miliar, lewat dana APBN dengan pelaksana PT Brahma Kerta Adiwira.

Rehab berat saluran induk yang berdampak dengan terhentinya layanan air irigasi itu, kemarin, ditinjau oleh Tim Pansus Dapil IV DPRK Aceh Besar yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Anshari Muhammad SPt.

Tim Pansus Dapil IV yang ikut hadir adalah H Irawan Abdullah (PKS) serta Zulfikar SH (Nasdem). Anggota dewan dari Dapil IV itu berharap agar pelaksanaan rehab berat itu berlangsung sesuai jadwal. “Kita berharap petani kembali bisa bercocok tanam secara normal di tahun 2017, hingga nilai keekonomian usaha tani mereka segera pulih,” ujar Anshari Muhammad.(nur) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id