Eksekutif Diminta Segera Lelang Proyek | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Eksekutif Diminta Segera Lelang Proyek

Foto Eksekutif Diminta Segera Lelang Proyek

* Pemko belum Lelang Satu Pun Proyek 2016

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe hingga April ini belum juga melelang satu pun proyek yang akan dilaksanakan tahun ini. Padahal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) 2016 Kota Lhokseumawe sudah disahkan pada akhir November 2015 atau enam bulan yang lalu.

Sementara itu, pihak eksekutif menyebutkan belum dilakukannya pelelangan proyek tahun ini, disebabkan adanya pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh Pemerintah Pusat sebesar Rp 13 miliar. Sehingga eksekutif harus menyesuaikan kembali paket proyek yang bersumber dari DAK.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRK Lhokseumawe, Mukhlis Azhar, Kamis (21/4) mengatakan, pihaknya sudah bekerja tepat waktu mensahkan APBK 2016. Tapi sayang sampai saat ini belum banyak program yang dilaksanakan eksekutif, terutama yang berkaitan dengan kelanjutan pembangunan kota dan sektor pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, keterlambatan pelaksanaan proyek berpengaruh pada perputaran uang di masyarakat. Seharusnya, jika saat ini proyek itu sudah dikerjakan, maka sudah banyak perputaran uang di masyarakat, baik itu pada kontraktornya, para pedagang bangunan, maupun para pekerja.

“Tapi kenyataannya, sampai saat ini lelang pun belum.Karena itu kami berharap agar eksekutif bisa segera memulai lelang proyek supaya pembangunan di Kota Lhokseumawe bisa berjalan sebagaimana yang telah direncanakan,” ujarnya.

Sekretaris Fraksi Gabungan DPRK Lhokseumawe, Jailani Usman juga menyampaikan hal senada. Dikatakannya, saat pengesahan APBK tahun ini, pihak legislatif dan eksekutif sudah memiliki komitmen bersama, agar proses pelelangan bisa dipercepat, tidak seperti tahun sebelumnya yang baru dikerjakan akhir tahun.

“Bila dikerjakan akhir tahun, tentunya kualitas pembangunan tidak maksimal dengan kondisi cuaca sering hujan dan perkerjaan dilakukan dengan terburu-buru,” ulasnya.

Tapi, menurut Jailani, komitmen bersama untuk mempercepat proses pembangunan belum berjalan sama sekali. “Jadi kita harapkan eksekutif bisa bekerja maksimal agar semua perencanaan pembangunan yang tercantum dalam APBK 2016 bisa segera dirasakan masyarakat Lhokseumawe,” pungkas Politsi Golkar tersebut.

Sekda Kota Lhokseumawe, Dasni Yuzar mengakui hingga saat ini belum ada satupun proyek yang dilelang, baik itu bersumber dari DAK, Dana Otonomi Khusus (Otsus), maupun APBK Lhokseumawe. Ia menyebutkan, pada dasarnya semua persiapan pelelangan sudah selesai dilakukan, tinggal proses input oleh pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Namun, lelang harus ditunda sementara karena beberapa hari lalu pihaknya menerima surat dari Pusat, bahwa DAK tahun ini dipangkas 10 persen. “DAK Lhokseumawe tahun ini 130-an miliar rupiah. Lalu dipangkas 10 persen, sekitar Rp 13 miliar. Dengan kondisi ini kita harus lakukan penyesuaian kembali untuk paket-paket DAK,” jelasnya.

Sedangkan untuk proyek bersumber dari dana Otsus dan APBK, kata Dasni, memang tidak bermasalah dengan pemangkasan DAK. Namun, proses pelelangan tetap ditunda sementara, dan akan dilelang bersamaan dengan proyek-proyek yang bersumber dari DAK dan APBK. “Kita targetkan Mei ini proses lelang akan dimulai,” demikian Dasni Yuzar.(bah) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id