Kasus Korupsi Baitul Mal Lengkap | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kasus Korupsi Baitul Mal Lengkap

Foto Kasus Korupsi Baitul Mal Lengkap

* Penyidik Serahkan Tersangka dan BB ke Jaksa

MEULABOH – Polres Aceh Barat menyatakan kasus dugaan korupsi dana Baitul Mal Kabupaten Aceh Barat sudah lengkap (P21). Bersamaan dengan itu, penyidik Polres Aceh Barat kemarin menyerahkan Tgk Munirwan (43), mantan Kepala Baitul Mal Aceh Barat yang menjadi tersangka dalam tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Meulaboh. Selain tersangka, penyidik Polres juga menyerahkan barang bukti (BB).

Tersangka diantar ke jaksa oleh tim Reskrim Unit Tipikor Polres Aceh Barat dipimpin Kanit Tipikor Ipda Supianto dan diterima Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari T Panca Adyaputra SH. Sebelumnya, tersangka Munirwan ditahan di sel Mapolres Aceh Barat. Namun setelah diserahkan ke jaksa, yang bersangkutan kembali ditahan di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas IIB Meulaboh sebagai tahanan titipan jaksa.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho SIK melalui Kasat Reskrim AKP Hardy Meladi Kadir didampingi Kanit Tipikor Ipda Supianto kepada Serambi kemarin mengatakan penyerahan tersangka bersama barang bukti ke jaksa dilakukan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap. “Penyerahan (tersangka-red) kita lakukan berserta barang bukti,” kata Kanit Tipikor Ipda Supianto.

Seperti diberitakan, mantan kepala Baitul Mal Aceh Barat Tgk Munirwan sejak 22 Februari 2016 ditahan penyidik Polres Aceh Barat terkait kasus dugaan korupsi dana Baitul Mal kabupaten setempat tahun anggaran 2010/2011 senilai Rp 567 juta. Munirwan dijemput penyidik di rumahnya di Desa Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon. Kasus tersebut mulai diusut Polres Aceh Barat akhir 2014 dengan totalnya anggaran Rp 5 miliar.

Namun dari jumlah tersebut, sekitar Rp 567 juta diduga terjadi penyimpangan dalam penyalurannya, terutama untuk senif fakir yang seharusnya diserahkan dalam bentuk uang segar kepada para penerima, tetapi waktu itu dibelikan alat-alat pertanian tanpa melalui aturan yang berlaku. Tetapi alat-alat tersebut kemudian digudangkan alias tidak dapat dimanfaatkan dan hingga ini menjadi besi tua di gudang Pemkab Aceh Barat. Untuk memastikan kerugian negara pihak Polres Aceh Barat menurunkan tim audit dari BPKP Perwakilan Aceh dan menemukan kerugian negara sebesar Rp 567 juta.(riz) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id