Pengusaha Diimbau Investasi di Lampulo | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pengusaha Diimbau Investasi di Lampulo

Foto Pengusaha Diimbau Investasi di Lampulo

BANDA ACEH – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Aceh, Ir Arifin Hamid, mengimbu para pengusaha Aceh dan luar Aceh dapat membangun pabrik pengolahan dan pengalengan ikan di kawasan Lampulo. Banyaknya hasil tangkapan nelayan merupakan potensi besar untuk tumbuhnya industri pengolahan. “Pengusaha Aceh dapat memanfaatkan peluang ini untuk berinvestasi membangun industri pengolahan pakan, begitu pula dengan industri pengalengan ikan,” kata Arifin menanggapi pemberitaan Serambi edisi Rabu (20/4) berjudul PPS Lampulo tak Mampu Tampung Tangkapan Nelayan.

Dia mengakui, saat ini pemerintah sanggup membangun, tapi tak sanggup untuk mengelolanya karena terbentur modal, manajemen, dan tanggung jawab. “Banyak yang sudah kita bangun akhirnya terbengkalai. Maka saya imbau para rekanan dan pengusaha di seluruh Aceh ini merupakan kesempatan. Di samping itu, pengalengan di Banda Aceh juga belum ada, sehingga untuk mengalengkannya dibawa ke Medan yang selanjutnya dijual ke pasar,” katanya.

Arifin menyebutkan, untuk telur ayam pun saat ini masih didatangkan dari luar Provinsi Aceh. Diakuinya, penyebab telur-telur ini didatangkan dari luar daerah karena untuk menjalankan bisnis tersebut sangat tergantung pada pakan. Sementara saat ini yang memproduksi pakan hanya perusahaan di Medan. “Ketika di provinsi ada satu saja industri pakan, itulah sebenarnya baru start point untuk swasembada telur,” ujarnya.

Dia juga menjanjikan bagi para investor yang berinvestasi di Aceh akan diberikan berbagai kemudahan untuk perizinan. Pihaknya pun menyediakan dua lokasi, yaitu di Lampulo (Banda Aceh) dan Ladong (Aceh Besar). “Apabila ada pengusaha yang serius maka kita dampingi, dan terkait tanah dapat dirundingkan dengan pemerintah daerah. Selain itu, dengan mereka berinvestasi maka tenaga kerja juga sudah tertampung,” demikian Arifin.

Terpisah, Wakil Ketua I DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi yang melakukan peninjauan ke lokasi pabrik tepung ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo mengatakan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh terkesan tidak serius mengelola pabrik tepung ikan yang sudah dibantu pemerintah pusat.

“Kami berani menyatakan seperti itu, karena pada musim ikan banyak begini pabrik tepung ikannya justru tidak beroperasi atau tutup. Kedua, kondisi lingkungan pabriknya kelihatan tidak bersih, seperti tidak ada yang mengurusnya,” kata Sulaiman Abda dengan nada tinggi kepada Kepala UPTD PPS Lampulo Aiman dan staf Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Rabu (20/4).

Selain Sulaiman Abda, peninjauan pabrik tepung ikan tersebut di Kompleks PPS Lampulo juga diikuti oleh Komisi B DPRK Banda Aceh. Hadir, antara lain, Ketua Komisi B DPRK Banda Aceh Sabri Badruddin bersama Wakil Ketua Ismawardi, anggota Mahyiddin, M Ali, dan Aiyub.

Sulaiman Abda mengatakan, kehadirannya ke pabrik tempat pengolahan tepung ikan di PPS Lampulo untuk melihat langsung apakah mesin pengolah tepung ikan bantuan pemerintah pusat tahun 2015 lalu itu sudah beroperasi. “Faktanya, saat ini pabrik tepung pengolah ikan itu tidak beroperasi. Kalau pabrik itu tidak beroperasi, ikan hasil tangkapan yang membeludak dan yang tidak bisa ditampung pembelinya, mau dibawa ke mana?” kata dia.

Sedangkan Ketua Komisi B DPRK Banda Aceh Sabri Badruddin juga tampak terkejut saat melihat gedung cold storage milik Pemko Banda Aceh yang berada di samping pabrik pengolahan ikan DKP Aceh. “Kenapa gedung cold storage tersebut tidak dioperasikan untuk menyimpan ikan nelayan pada saat musim ikan banyak, seperti yang terjadi pada minggu kedua dan ketiga bulan April ini?” kata Sabri Badruddin keheranan.

Sementara Kepala UPTD PPS Lampulo Aiman mengatakan, pabrik tepung ikan ini belum diserahkan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh kepada UPTD PPS Lampulo untuk mengelolanya. Bangunan pabriknya, sebut Aiman, dibangun dari sumber dana APBA, sedangkan pengadaan mesinnya dari bantuan pusat. Dikatakan, saat ini masih tahap uji coba produksi tepung ikan. (una/her) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id