Polres Tamiang Sita Bawang Ilegal Asal India | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polres Tamiang Sita Bawang Ilegal Asal India

Foto Polres Tamiang Sita Bawang Ilegal Asal India

KUALASIMPANG – Aparat polisi Polres Aceh Tamiang kembali mengagalkan penyeludupan 100 karung bawang merah illegal asal Negara India. Barang tersebut disita karena dibawa masuk ke Aceh melalui jalan darat, lintas Medan – Banda Aceh tepatnya di Desa Alur Gantung Kecamatan Kejuruan Muda, Selasa (19/4).

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan dua tersangka supir dan kernet, Nazarullah Akbar (23) dan Maskurullah (23) beserta barang bukti 100 karung bawang merah. Kini keduanya ditahan di Mapolres setempat untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo SIK melalui Kasat Reskrim AKP Kristanto Situmeang kepada Serambi, Rabu (20/4) mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi ada kapal bawang merah ilegal merapat di salah satu pelabuhan tikus disekitar Kecamatan Besitang. Bawang merah illegal itu di pasok ke pada pedagang di Aceh. “Namun, informasi tersebut terlambat diterima, sehingga pihaknya langsung memerintahkan anggota untuk melakukan pengintaian sekitar Besitang dan Perbatasan Aceh,” ujarnya.

Saat diintai, kata Yoga, dicurigai ada satu unit mobil pikap keluar dari salah satu lokasi di Besitang sehingga diikuti anggotanya sampai masuk ke wilayah hukum Aceh Tamiang. Setelah dipastikan barang yang diangkut bawang illegal, anak buahnya langsung menyetop L300 bak terbuka itu. Setelah diperiksa, ternyata benar, truk tersebut mengangkut bawang merah illegal yang ditutupi terpal warna biru. “Kedua tersangka yang diduga supir dan kernet, Nazarullah Akbar dan Maskurullah langsung digelandang ke Mapolres Tamiang untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Dari keterangan supir, mereka mengambil bawang asal India itu dari blok 7 Desa Sukajaya, Kecamatan Besitang, Provinsi Sumatera Utara. Namun, di perkiarkan sekitar lima ton bawang merah tersebut sudah masuk ke Aceh, dan yang ditangkap hanya sisa pembongkaran terakhir.(md) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id