Nek Fatimah Tewas Dicekik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Nek Fatimah Tewas Dicekik

Foto Nek Fatimah Tewas Dicekik

* Terungkap Dalam Rekonstruksi

IDI – Satreskrim Polres Aceh Timur, Rabu (20/4) melakukan rekontruksi terhadap pembunuhan Nek Fatimah (65) warga Dusun Selamat, Gampong Pante Panah, Kecamatan Pante Bidari, yang ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya Jumat 1 April 2016 lalu.

Rekontruksi dipimpin Kasat Reksrim Polres Aceh Timur, AKP Budi Nasuha Waruwu SH di rumah korban di Dusun Selamat, Gampong Pante Panah, Kecamatan Pante Bidari. Turut dihadirkan tersangka, yaitu Sayuti alias Grandong bin Abdul Wahab (31) yang merupakan tetangga korban sendiri. Rekontruksi ini juga dihadiri oleh Edi Suhaedi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Idi, para saksi termasuk orang tua tersangka.”Dalam rekontruksi yang berlangsung sebanyak 16 adegan ini terungkap bahwa Sayuti telah membunuh Nek Fatimah dengan cara dicekik. Sementara motifnya adalah perampokan,” ungkap Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu kepada Prohaba, Rabu (20/4).

Rekontruksi itu diperankan langsung oleh tersangka Sayuti. Sedangkan korban diperankan Yusnidar yang merupakan keluarga Nek Fatimah. Dalam rekontruksi ini jalas AKP Budi, Sayuti memperagakan setiap adegan mulai dari sejak tersangka pertama kali masuk melalui pintu belakang rumah korban hingga mencekik korban hingga tewas, dan kemudian merampok perhiasannya. “Saat tersangka masuk melalui pintu belakang ke dalam rumah korban. Korban terbangun dan menanyakan siapa itu. Sementara tersangka waktu itu panik dan langsung menghampiri korban dan mencekik lehernya sambil mengancam ‘jangan teriak kau, kalau teriak mati kau nanti,” terang AKP Budi menirukan adegan yang diperagakan tersangka.

Sambil membekap mulut korban sambung AKP Budi, tersangka Sayuti terus mencekik korban hingga meninggal dunia. Setelah tak bernyawa korban dibawa ke dalam kamar korban. Kemudian tersangka mengikat leher korban dengan kain. Selanjutnya tersangka mengacak acak lemari korban dan merampok satu cincin, dan tiga anting anting milik korban. “Setelah itu tersangka pulang ke rumahnya dan meminta izin kepada orang tuanya Abdul Wahab akan pergi ke Medan (Sumut) untuk menemui istrinya,” ungkap AKP Budi.

Sehari pascakejadian itu, sambung AKP Budi, pihaknya berhasil menangkap tersangka Sayuti di Medan (Sumut), Sabtu (2/4). Semua adegan dalam rekontruksi berjalan aman dan lancar. Karena tidak ada perbedaan antara keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka dengan rekontruksi yang diperagakan serta keterangan saksi. Jadi semua adegan rekontruksi sudah sinkron. “Untuk itu kasus ini dalam waktu dekat segera kami limpahkan ke Kejari Idi,” ungkap AKP Budi.(c49) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id