Polisi Periksa Tiga Petugas UTD PMI | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Periksa Tiga Petugas UTD PMI

Foto Polisi Periksa Tiga Petugas UTD PMI

* Perkara Dugaan Salah Transfusi Darah

LHOKSEUMAWE – Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Rabu (20/4), memintai keterangan tiga petugas Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara, dalam perkara dugaan salah transfusi darah terhadap seorang pasien Rumah Sakit (RS) Arun bernama Badriah, asal Geulumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE menyebutkan, ketiga petugas UTD PMI itu dimintai keterangan sebagai saksi. “Mereka kita mintai keterangan untuk mencocokkan data-data dengan barang bukti yang kita sita berupa dokumen-dokumen pengeluaran darah dari PMI kepada pasien,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah pemeriksaan saksi-saksi, penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Lhokseumawe kini sedang mengagendakan pemeriksaan dua lagi saksi ahli, yaitu dari Dinas Kesehatan Lhokseumawe dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Untuk dari Dinkes Lhokseumawe suratnya sudah dikirim. “Hasil koordinasi dengan kadisnya, saksi ahli akan dihadirkan pekan depan,” kata Yasir,

Sedangkan untuk saksi ahli PPNI, suratnya akan segera dikirimkan ke pengurus PNNI Lhokseumawe. “Setelah itu, kami mengagendakan untuk menggelar perkara kasus tersebut,” demikian AKP Yasir. Hingga saat ini polisi sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut, yaitu seorang perawat RS Arun dan seorang petugas UTD PMI Aceh Utara.

Seperti diberitakan, RS Arun Lhokseumawe dan UTD PMI Aceh Utara diilaporkan ke Polres Lhokseumawe atas dugaan kesalahan transfusi golongan darah pada pasien bernama Badriah, dari yang seharusnya golongan darah O, tapi yang ditransfusikan golongan darah B. Akibatnya, pasien mengalami kejang-kejang, koma beberapa kali, bahkan harus menjalani curi darah.

Menurut keluarga korban, transfusi darah golongan B dilakukan pada 3 Maret 2016. Keluarga baru mengetahui terjadi kesalahan transfusi karena saat kembali lagi ke rumah sakit itu pada 10 Maret karena kondisi Badriah kembali drop, petugas meminta keluarga menyiapkan darah O untuk kebutuhan cuci darah. Setelah itu, keluarga melapor ke polisi pada 13 Maret 2016.(bah) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id