Semoga tak Tutup Setelah Peusijuek | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Semoga tak Tutup Setelah Peusijuek

Foto Semoga tak Tutup Setelah Peusijuek

KABAR akan dibukanya penerbangan langsung Bandara SIM-Jeddah oleh pihak Garuda juga disambut antusias oleh pengusaha travel.

Pengusaha Travel Al Mabrur Lingke, Banda Aceh, Abdul Muthaleb kepada Serambi mengatakan, penerbangan langsung dari Banda Aceh-Jeddah itu sudah lama ditunggu oleh pihak travel.

“Kami luar biasa senang dengan dibukanya penerbangan Banda Aceh-Jeddah ini, mulai sekarang berarti kami tidak perlu repot-repot lagi membawa jemaah umrah ke Medan, bila dari Bandara SIM sudah dapat langsung terbang,” ujar Abdul Muthaleb.

Pria yang disapa Waled ini menjelaskan, selama penerbangan langsung ini belum dibuka, ia selalu memilih Bandara Kualanamu, Sumatera Utara untuk memberangkatkan jamaah umrahnya.

Abdul Muthaleb mengatakan, banyak sekali kendala yang didapati pihak travel maupun jamaah umrahnya apabila terbang dari Bandara Kualanamu. Misalnya, jamaah harus berangkat satu hari lebih awal yang sering menyebabkan stamina tubuh jamaah dalam kondisi tidak fit, belum lagi penundaan keberangkatan.

Dengan dibukanya rute baru ini, tambahnya akan mempersingkat waktu atau perjalanan jamaah dan juga tetap menjaga kondisi kesehatan si jamaah umrah.

“Tapi harapan saya, penerbangan langsung ini berlangsung terus-menerus, jangan nanti sekali peusijuek kemudian sudah tutup. Kalau perlu ke depannya hanya untuk penumpang Banda Aceh tidak harus bergabung dengan Solo lagi,” tandas Abdul Muthaleb.

Tanggapan juga disampaikan owner Elhanief Group, H Akmal Hanif Lc. Meski senang dengan dibukanya penerbangan Garuda Indonesia Banda Aceh-Jeddah, tapi pihaknya belum boleh langsung bergembira. Pasalnya Elhanief group masih meragukan ketersediaan seat untuk jamaah umrahnya.

“Saya dengar-dengar Garuda yang dimaksud cuma kasih 100 seat untuk Banda Aceh-Jeddah. Alhamdulillah selama ini jamaah umrah Elhanief sekali berangkat biasanya di atas 150 orang, jadi tidak mungkin saya berangkat dari Banda Aceh,” ujar Akmal.

Akmal berharap, ke depan Garuda Indonesia buka penerbangan Banda Aceh-Jeddah tersebut, satu pesawat itu khusus untuk masyarakat Aceh yang tidak lagi bergabung dengan rute Solo.(avi) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id