Sejumlah Tarian Aceh Tampil di TMII | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sejumlah Tarian Aceh Tampil di TMII

Foto Sejumlah Tarian Aceh Tampil di TMII

JAKARTA – Sejumlah tarian Aceh, yaitu tarian “Tron U Laot” dari sanggar Cut Meutia, Aceh Utara, tarian “Meuen Bruk” atau permainan tempurung kelapa dari Sanggar Meuligoe Timu, Aceh Timur, dan sanggar Bener Meriah, penyanyi Gayo Kandar SA tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dalam rangkaian acara HUT ke-41 TMII, Selasa (19/4).

Tarian “Tron U Laot” dimainkan sangat atraktif dan dinamis oleh penari dari Sanggar Cut Meutia Aceh Utara. Sanggar tersebut dipimpin Ratna Irawati, SE.

“Tron U Laot” menggambarkan kebiasaan masyarakat Aceh pergi melaut menangkap ikan. Tarian ini dimainkan sejumlah penari perempuan dan penari lelaki. Diiringi musik ritmis, tarian tersebut menyampaikan pesan gembira. Di penghujung tarian, ditampilkan rajutan jala.

Pentas Seni Budaya HUT Taman Mini yang berlangsung di Gedung Sasana Krya, juga menampilkan Sanggar Meuligoe Timu dari Kabupaten Aceh Timur. Mempersembahkan tarian “Meuen Bruk” atau permainan dari tempurung kelapa. Dimainkan delapan penari perempuan dan dua penari pria.

Para penari bergerak lincah seraya memainkan tempurung kelapa. Pertunjukan diawali gerak lembut penari perempuan dengan lilin menyala di dalam tempurung kelapa. Penari yang menggunakan kostum warna cerah menyala memainkan tarian tersebut dengan sangat impresif.

Pertunjukan seni Aceh juga berlangsung di Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah. Kemarin tampil Sanggar Bener Meriah, penyanyi Gayo Kandar SA, Sanggar Cut Meutia dan Meuligoe Timu.

Hanya saja sangat disayangkan, panggung seni di Anjungan Aceh sepi penonton. Di awal pertunjukan penyanyi Kandar SA, penonton tak lebih sepuluh orang. Selepas siang, penonton, lebih ramai, itupun berasal dari para anggota sanggar yang akan tampil di pentas tersebut.

Dua hari sebelumnya, panggung seni Anjungan Aceh lebih menyedihkan lagi, sama sekali tak ada penonton. Sampai pertunjukan bubar, penonton tak lebih lima orang. Kandar SA menyayangkan ketidakhadiran penonton. “Seperti tak ada publikasi apa-apa,” keluh Kandar SA. (fik) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id