Mantan Wabup Tamiang Divonis 3 Tahun Penjara | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mantan Wabup Tamiang Divonis 3 Tahun Penjara

Foto Mantan Wabup Tamiang Divonis 3 Tahun Penjara

BANDA ACEH – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh memvonis masing-masing tiga tahun penjara terhadap mantan Wakil Bupati (Wabup) Aceh Tamiang, Awaluddin selaku Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung, Aceh Tamiang dan Direktur Utama (Dirut) PT Citra Lestari Consultant, Sonta Wisesa selaku rekanan dalam perkara ini.

Keduanya dinilai terbukti melakukan korupsi Rp 362 juta karena Awaluddin sudah membayar sejumlah itu kepada terdakwa Sonta, padahal sesuai hasil laporan investigasi tim ahli dari Fakultas Teknik USU, Medan terdapat beberapa komponen biaya dalam perencanaan pembangunan masjid tersebut seharusnya tidak boleh dibayar total sejumlah itu. Perbuatan keduanya melanggar dakwaan subsider Pasal 3 UU Tipikor.

Majelis hakim diketuai, Syamsul Qamar MH dibantu hakim anggota, Muhifuddin MH dan Syaiful Has’ari SH membacakan putusan tersebut secara bergiliran dalam sidang terakhir di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Senin (18/4). Putusan itu lebih ringan 1,5 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kuala Simpang pada sidang sebelumnya.

Masing-masing terdakwa juga dibebankan membayar denda Rp 50 juta, apabila tidak sanggup maka akan diganti dengan kurungan penjara (subsider) tiga bulan. Pada sidang kemarin, Awaluddin didampingi pengacaranya, Darwis Anatami SH Cs, dan Sonta Wisesa didampingi pengacaranya, Darwis SH.

Selain itu, hakim juga membebankan Awaluddin membayar uang pengganti (UP) Rp 150 juta. Tapi, UP Awaluddin dianggap lunas setelah dikompensasikan dengan uang jaminan dirinya sebesar Rp 150 juta yang diberikan pada penuntut umum agar dijadikan tahanan kota saat proses pemeriksaan.

Sementara terhadap terdakwa Sonta Wisesa, hakim hanya membebankan untuk membayar UP Rp 62 juta. Apabila tidak sanggup membayar UP selama sebulan, maka akan disita harta benda untuk dilelang guna menutupi UP. Jika masih kurang akan diganti dengan kurungan penjara selama enam bulan.

Pada persidangan pamungkas, majelis hakim antara lain berpendapat, pada 2009 Pemerintah Aceh Tamiang mendapat kucuran dana dari Pemerintah Aceh sebesar Rp 4 miliar untuk pembangunan Masjid Agung. Anggaran tersebut bersumber dari APBA Tahun Anggaran 2009 dan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Pemerintah Aceh.

Untuk pengerjaan pembangunan itu dilakukan oleh PT Citra Lestari Consultant dengan nilai kontrak Rp 797.600.000. Namun, hasil laporan investigasi tim ahli dari Fakultas Teknik USU, Medan terdapat beberapa komponen biaya dalam perencanaan pembangunan yang seharusnya tidak boleh dibayar dengan total Rp 362 juta.

Akibat perbuatan keduanya, negara dirugikan Rp 362 juta sesuai dengan hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh. Menanggapi putusan tersebut, masing-masing terdakwa dan JPU menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi/Tipikor Banda Aceh. (mas) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id