Cacar Air Jangkiti Subulussalam | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Cacar Air Jangkiti Subulussalam

Foto Cacar Air Jangkiti Subulussalam

SUBULUSSALAM – Penyakit kulit sejenis cacar air dilaporkan merebak di Kota Subulussalam. Bahkan data di salah satu klinik swasta menyebutkan ada sekitar 20 persen pasien menderita penyakit tersebut. ”Sekarang memang lagi maraknya penyakit kulit sejenis cacar air,” kata Direktur Klinik Mutia Medika Subulussalam drH Syahyuril kepada Serambi kemarin.

Menurut Syahyuril, ada dua jenis penyakit kulit yang saat ini sedang merebak di Kota Sada Kata itu, yakni semacam penyakit scabies atau penyakit gatal pada kulit yang disebabkan oleh tungau atau kutu kecil. Penderitanya merupakan kalangan anak pondok pesantren. Gejala penyakit ini menimbulkan kudis. Meski kebanyakan dari kalangan santri namun penyakit kulit ini juga menyerang anak pada umumnya dan menular. Syahyuril menyebutkan pihaknya belum mendiagnosa jenis penyakit cacar tersebut, namun diduga disebarkan oleh virus lewat udara dan interaksi langsung.

“Secara pasti belum dapat saya diagnosa. Tapi yang jelas sejenis penyakit kulit dengan penderitanya cukup tinggi, ada puluhan pasien setiap hari. Kalau dihitung kasar misalnya pasien sehari itu ada 50 orang, maka sepuluh di antaranya merupakan penderita penyakit kulit,” ujar Syahyuril.

Hal senada juga diakui Kepala Puskesmas Penanggalan dr H Syarifin Kombih. Ia menyebutkan pada Maret lalu data di Puskesmas yang dia pimpin terdapat 13 orang penderita. Namun pada April jumlah meningkat. Sedangkan data kemarin jumlah pasien penderita jenis cacar air sebanyak empat orang. Syarifin mengatakan pihaknya baru mengakumulasikan data pada akhir bulan sehingga untuk jumlah keseluruhan bulan ini belum bisa diberikan. Syarifin menambahkan penderita penyakit jenis cacar air tidak hanya di Puskesmas tapi juga ada di praktek umumnya. “Memasuki pekan kedua bulan ini saja ada sekitar 30 orang,” ungkapnya.

Kepala Bagian Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehaan Kota Subulussalam Irhamni mengatakan pihaknya belum mendapat laporan dari Puskesmas setempat terkait penyakit kulit jenis cacar air yang merebak di sejumlah tempat. “Saya belum mendapat laporan, harusnya pihak Puskesmas melaporkan itu biar ada tindakan,” kata kepada Serambi kemarin.

Irhamni menyebutkan berdasarkan data pihaknya justru menilai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang paling dikhawatirkan. Dalam tahun ini dilaporkan penderita DBD mencapai enam kasus di Subulussalam dan Penanggalan. Dari enam kasus tersebut, satu di antaranya tidak tertangani yakni di Subulusalam Utara.(lid) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id