LPMA Gelar Seminar Kebangsaan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

LPMA Gelar Seminar Kebangsaan

Foto LPMA Gelar Seminar Kebangsaan

BANDA ACEH – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Aceh (LPMA), Senin (18/4) menggelar Seminar Gerakan Memperkokoh Wawasan Kebangsaan, yang berlangsung di Hotel Lading, Banda Aceh. Kegiatan itu diikuti oleh seratusan mahasiswa, masyarakat sipil, mantan kombatan, dan organisasi kepemudaan.

Dalam seminar itu hadir empat pemateri dari berbagai kalangan yaitu, Kolonel Djoni Indramawan (Kodam Iskandar Muda), Prof Dr Syafi’i Ibrahim MSi (Rektor Universitas Iskandar Muda), Prof Masykur (Perwakilan Ditjen Polpum Kemendagri), dan Sulistio (Staf Kemenko Polhukam).

Dalam pemaparannya, Prof Masykur mengatakan, kawasan Indonesia yang sangat luas membutuhkan idealisme kebangsaan yang kuat, agar mampu memperkokohkan nilai-nilai kebangsaan dalam masyarakatnya. Terutama di daerah perbatasan dengan negara lain.

“Wawasan kebangsaan bukan hanya pengetahuan, namun tentang cara kita bertindak terhadap negara, misalnya membela para TKW yang dianiaya di luar negeri, serta soal penyelamatan WNI yang tersandera di negara lain,” ujar Masykur, kemarin.

Menurutnya, saat ini tidak semua orang memahami dengan baik tentang ideologi kebangsaan Indonesia. Buktinya, masih banyak warga Indonesia tidak menghafal Pancasila, maupun empat pilar kebangsaan.

Ketua LPMA, Gumarni SH mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan untuk membangun sumber daya manusia yang memiliki kecintaan terhadap bangsa. “Tujuan kegiatan untuk membangun sumber daya manusia yang cinta tanah air, serta memiliki wawasan kebangsaan,” ujar Gumarni SH. Menurutnya, setelah perjanjian Helsinki, harus terus dilakukan upaya menghilangkan pembatas antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Pada bagian lain, Prof Masykur mengatakan, walaupun Aceh sebagai daerah bekas konflik, namun kini masalah ideologi kebangsaannya tidak berbeda jauh dengan daerah lain di Indoensia.

Ke depan, Aceh diharapkan akan menjadi pelopor bagi daerah lain, sebagai daerah bekas konflik yang berhasil menerapkan ideologi kebangsaan dalam masyarakatnya. Dalam sosialisasi wawasan kebangsaan, ia juga menyarankan harus disesuaikan dengan karateristtik daerah, misalnya menyampaikan dengan bahasa daerah.(mun) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id