Penambang Emas Rambah Hutan Lindung | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Penambang Emas Rambah Hutan Lindung

Foto Penambang Emas Rambah Hutan Lindung

* Sepekan Bisa Hasilkan 100 Manyam

MEULABOH – Penambangan emas ilegal di aliran Krueng Sungai Mas, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat dilaporkan semakin parah. Tindakan penambang ini bukan hanya merusak lingkungan, tapi juga telah merambah hutan lindung di kawasan itu. Informasi yang diperoleh Serambi, selain dilakukan dengan cara tradisional, penambangan emas di kawasan itu juga melibatkan alat berat. Sejumlah warga telah melaporkan tindakan para penambang.

“DPRK sudah menerima laporan. Penambangan emas secara ilegal sudah sangat parah di Sungai Mas dan sudah berlangsung lama,” kata Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli kepada wartawan kemarin.

Menurutnya penambangan secara tradisional dengan cara mendulang dinilai tidak bermasalah dan dibenarkan. Namun yang disesalkan justru sejumlah alat berat milik pengusaha besar juga ikut dikerahkan ke lokasi. Hal ini sudah berlangsung lama, dan menjadi salah satu pemicu terjadinya bencana banjir. Ramli menyebutkan laporan terbaru menyebutkan akibat tindakan para penambang ini telah merusak hutan lindung.

Laporan lainnya menyebutkan emas yang dihasilkan para penambang sepekan bisa mencapai 100 manyam. “Laporan warga yang disampaikan tertulis ke DPRK ini akan menjadi bahan kita. Laporan yang kita terima penambangan ilegal bukan saja warga Aceh Barat juga terdapat warga pendatang,” ungkapnya.

Ramli menyebutkan terkait laporan tersebut, DPRK segera membentuk tim panitia khusus (Pansus) yang dalam waktu dekat akan turun ke lokasi. Sementara itu menurut laporan, beberapa bulan silam tim Dinas Pertambangan Aceh juga sudah turun ke lokasi, tetapi sejauh ini belum ada tindakan tegas.

Menurut infromasi lokasi penambangan tersebara di beberapa titik dalam kawasan aliran Krueng Sungai Mas yakni Desa Sarah Boo, Alue Ladang, Sayeung, Pante Kacang, Ara, Pasi Saba, Anoe. Butuh waktu empat jam untuk menuju lokasi dari pusat Kecamatan Sungai Mas dengan melintasi medan berbukit dan hutan. Lokasi tambang juga dapat ditempuh melaui sungai menggunakan boat.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Aceh Barat Herman Yoes kepada Serambi kemarin menyebutkan tim Distamben Aceh pernah turun ke lokasi dan menyampaikan rekomendasi ke Dinstamben Aceh Barat untuk menertibkan aktivitas penambangan emas ilegal di Sungai Mas, termasuk penggunaan alat berat beko. Sebab, selain berdampak merusak lingkungan, juga telah merambah hutan lindung.

“Persoalan ini segera akan kita rapatkan kembali untuk diambil tindakan tegas. Kita juga akan minta bantuan pihak keamanan saat turun ke lokasi,” kata Herman. Ia menyebutkan dalam hal kewenangan izin pertambangan sesuai UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah menjadi kewenangan provinsi. “Namun demikian demi menghindari semakin parah aksi penambangan perlu segera ditertibkan,” ujarnya.(riz) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id