Ternak Berkeliaran di Jalan Nasional | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ternak Berkeliaran di Jalan Nasional

Foto Ternak Berkeliaran di Jalan Nasional

* Sudah Berani ke Pendopo Bupati Pidie

SIGLI – Hewan ternak masih bebas berkeliaran di ruas jalan nasional yang sangat mengganggu pengguna jalan yang melewati kawasan Pidie. Bahkan, hewan ternak peliharaan warga itu sudah berani berkeliaran sampai ke Pendopo Bupati Pidie. Kondisi ini akibat lemahnya pihak Pemkab dalam menghalau hewan peliharaan warga itu di jalan raya. Kemudian kesadaran pemilik untuk mengkandangkan ternaknya masih kurang.

Pantauan Serambi, hewan ternak sering berkeliaran di ruas jalan nasional tersebar di beberapa titik. Antara lain, di ruas jalan di depan Kantor Bupati Pidie hingga pusat pasar Sigli.

Lalu, di jalan nasional Bambi, Lampoh Saka dan pusat pasar Beureunuen. Bebasnya hewan berkeliaran di ruas jalan nasional sangat mengganggu pengguna jalan. Bahkan, sering terjadi insiden lakalantas yang merenggut korban jiwa. Di Pidie ada ternak yang bermalam di jalan kecamatan akibat tak dimasukkan ke kandang oleh pemiliknya.

Kepala Satpol PP dan WH Pidie, Sabaruddin SH kepada Serambi kemarin mengatakan, penertiban hewan ternak yang berkeliaran di ruas jalan nasional menjadi prioritas. Namun, hewan tersebut masih saja berkeliaran karena kurangnya perhatian dari pemiliknya.

“Dua hari lalu kami telah menangkap dua lembu di jalan nasional Keunirei. Lembu itu sempat kita amankan kemudian diambil kembali pemiliknya,” katanya.

Kata Sabaruddin, hewan ternak berkeliaran di Pidie sangat mengkhawatirkan. Sebab, hewan peliharaan warga itu tidak saja berkeliaran di ruas jalan atau fasilitas umum lainnya. Bahkan, hewan tersebut berkeliaran ke Pendopo Bupati Pidie.

“Kawanan kambing yang kita tangkap di pendopo sempat kita kandangkan, kemudian pemilik telah menembus kambing yang beberapa hari kita kurung itu,” katanya.

Penertiban hewan ternak, kata Sabaruddin, dilakukan personel Satpol PP Pidie secara rutin dengan menyasar lokasi yang kerap berkeliarannya hewan ternak. Patroli rutin tersebut dilakukan setiap hari. Artinya dalam satu hari dilakukan penertiban hewan dua hingga tiga kali. Paling sedikit penertiban dilakukan satu hari hanya satu kali dalam menghalau hewan ternak di jalan raya.

“Kalau penertiban melibatkan tim gabungan kita lakukan satu bulan sekali. Tapi, penertiban rutin dilakukan setiap hari. Kini, hewan berkeliaran di jalan nasional sudah adanya perubahan,” katanya.

Kasatpol PP dan WH Pidie, Sabaruddin mengatakan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditetapkan Pemkab dari sektor ternak berkeliaran sebesar Rp 10 juta. Hingga kini, jumlah PAD yang dikumpulkan mencapai satu juta lebih.

“Minimnya PAD ternak karena hewan ternak yang kita tangkap langsung diambil pemiliknya. Sehingga denda tebus ternak tidak besar yang berhasil kita ambil karena pemilik cepat menebusnya. Besaran denda hewan ternak dihitung secara per hari,” katanya.

Kata Sabaruddin, besaran biaya tebus ternak mengacu kepada Qanun 7 Tahun 2012. Untuk lembu atau kerbau Rp 50 ribu dan kambing Rp 15 ribu per ekor per hari. Dana dari biaya tebus ternak di sektor ke kas daerah (kasda) mendekati akhir tahun. Pengambilan PAD sektor ternak itu baru ditetapkan pada tahun 2016. “PAD tersebut masih tahap percobaan, dan tidak mengejar pada target,” demikian Sabaruddin.(naz) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id