Banyak Nonkaryawan tak Bayar Pajak | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Banyak Nonkaryawan tak Bayar Pajak

Foto Banyak Nonkaryawan tak Bayar Pajak

* Di Banda Aceh Baru Sekitar 10 % dari 35 Ribu

BANDA ACEH – Tingkat kepatuhan wajib pajak pribadi nonkaryawan di Banda Aceh pada 2015 masih rendah alias masih banyak di antara mereka tak bayar pajak. Dari 35 ribu wajib pajak pribadi nonkaryawan terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banda Aceh, baru sepuluh persen di antaranya yang bayar pajak.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Aceh, Aim Nursalim Saleh menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambi, seusai acara tax gathering dengan tema “Bersama Membangun Negeri” di Aula KPP Pratama Banda Aceh, Senin (18/4).

“Data tahun kemarin, masih sedikit sekali kontribusi dari wajib pajak pribadi nonkaryawan. Maka melalui acara ini, kita sosialisasikan agar wajib pajak pribadi nonkaryawan dapat meningkat,” kata Aim didampingi Kepala KPP Pratama Banda Aceh, Sulaiman.

Menurut Aim, target penerimaan pajak nasional pada 2016 yaitu Rp 1.300 triliun. Kanwil DJP Aceh secara umum mendapatkan porsi target Rp 6,1 triliun. Sementara Rp 2,2 triliun dari jumlah itu merupakan target yang harus dicapai KPP Pratama Banda Aceh.

Aim juga menyebutkan realisasi PAD Aceh pada 2015 sebesar Rp 4,2 triliun hanya menyumbang sekitar 10 persen dari keseluruhan realisasi belanja APBA 2015 senilai Rp 47,1 triliun. “Dengan ini Pemerintah Aceh diharapkan harus mengoptimalkan pembangunan berbasis potensi unggulan daerah, sehingga dapat mengurangi ketergantungan fiskal menjelang berhentinya dana otsus pada 2028,” sambungnya.

Aim mengimbau seluruh wajib pajak untuk bersama-sama membangun Aceh dengan membayar pajak secara benar. Terkait alokasi dana gampong 2016 juga menjadi perhatian pihaknya, Aim menyampaikan para bendaharawan gampong akan memperoleh pendampingan petugas pajak. Hal tersebut dilakukan agar kekeliruan dalam penghitungan pajak dapat diminimalisir.

Pada acara kemarin, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Prof Syahrizal Abbas MA menyampaikan testimoni tentang pentingnya pajak bagi kemaslahatan suatu bangsa.

Masih dalam acara yang sama kemarin, KPP Pratama Banda Aceh juga memberikan penghargaan kepada wajib pajak pembayar pajak terbesar 2015, yaitu Harun Keuchik Leumiek dan PT Bank Aceh, serta penghargaan wajib pajak pemotong atau pemungut terbesar, yaitu bendahara umum daerah. Penghargaan juga diberikan kepada penerima surat setoran pajak terbanyak 2015 yaitu PT Pos Indonesia Persero Banda Aceh, PT Bank Aceh, dan PT Bank Mandiri Persero Tbk cabang Banda Aceh.

Kepala Kantor DJP Aceh, Aim Nursalim Saleh didampingi Kepala KPP Pratama, Banda Aceh, Sulaiman yang menyerahkan penghargaan tersebut. (una) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id