Tabrak Pohon, 2 Remaja Tewas | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tabrak Pohon, 2 Remaja Tewas

Foto Tabrak Pohon, 2 Remaja Tewas

* Kepala Tertusuk Kayu dan Terbentur Pohon Mangga

LHOKSUKON – Dua remaja asal Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Minggu (17/4) dini hari sekitar pukul 01.10 WIB, tewas mengenaskan setelah sepeda motor (sepmor) jenis Supra X 125 yang dikenderai menabrak pohon mangga di pinggir jalan nasional kawasan Desa Pusong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Kedua remaja itu, Syahrul Ramadan (18) asal Desa Mampre, dan Said Muhadar (16) asal Desa Ampeh, Kecamatan Syamtalira Aron. Syahrul yang mengenderai sepmor tewas di lokasi dengan bersimbah darah, dan bagian tubuhnya tertusuk kayu. Sedangkan Said Muhadar tewas tak lama setelah tiba di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara.

Informasi yang diperoleh Serambi, keduanya berangkat dari Syamtalira Aron bersama sejumlah teman-temannya menggunakan beberapa sepmor. Tiba di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Teupin Punti, beberapa temannya mengisi bahan bakar. Sedangkan kedua korban langsung melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Lhokseumawe.

Sampai di tikungan Simpang Ektren, Desa Pusong, Kecamatan Samudera, Syahrul kehilangan kendali hingga menabrak tanda rambu-rambu di pinggir jalan hingga copot. Kemudian menabrak lagi pagar kayu milik TM Thaib, dan terakhir sepmor korban menubruk pohon mangga. Keduanya terpental ke badan jalan dengan kondisi berlumuran darah.

“Mereka tidak pakai helm, sehingga kepala mereka tertusuk kayu dan kepala mereka juga membentur pohon mangga itu. Saya sempat melihat kejadian, karena saya berada di belakang saat itu. Karena di lokasi itu sudah berlumuran darah, saya tak berani lagi melihatnya,” ujar Adi (18), remaja asal Tanah Pasir kepada Serambi, kemarin.

Tak lama kemudian, keduanya langsung dibawa ke RSUCM Aceh Utara, terutama untuk memberi pertolongan pada Said yang saat itu masih bernapas. Tapi, tak lama setelah tiba di RSUCM, Said menghembuskan napas terakhir. Sedangkan sepmor koban sudah diamankan petugas Satuan Lalu Lintas Polres Lhokseumawe. “Tadi pagi (kemarin red), Syahrul dan Said dikebumikan di desa masing-masing,” kata Keuchik Mampre M Yusuf A Thaleb kepada Serambi kemarin.

Sementara itu, warga setempat, TM Thaib berharap agar Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayan (Dishuparbud) Aceh Utara memasang pita kejut di tikungan tersebut. Karena di tikungan itu sangat sering terjadi kecelakaan.

“Kalau ada pita kejut, baik sepmor dan mobil pasti mengerem atau mengurangi kecepatan ketika hendak melintasinya. Selain itu, jika sopir mengantuk pasti akan terjaga ketika ban mobil menginjak pita kejut itu. Jika tak dipasang pita kejut atau tanda lain, akan terus terjadi kecelakaan di lokasi itu,” kata Taib.(jaf) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id