Aceh Gratiskan Kopi Gayo di TMII | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh Gratiskan Kopi Gayo di TMII

Foto Aceh Gratiskan Kopi Gayo di TMII

* Selama Pameran 17-24 April

JAKARTA – Pemerintah Aceh menggratiskan kopi Gayo dan minuman cokelat asal Pidie Jaya kepada setiap pengunjung pada pameran dalam rangka HUT Ke-41 Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 17-24 April 2016. Kemarin, seusai pembukaan acara ini, Sekda Aceh, Drs Dermawan MM juga menjamu kopi Gayo kepada Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Soedarmo di arena pameran, Paviliun Aceh, Gedung Sasana Krya, Taman Mini, Jakarta.

Kopi arabika Gayo yang diseduh barista Win Noto Gayo, dihidangkan menggunakan talam terbuat dari giok Nagan. Dua penghidang, pria dan wanita, mengenakan pakaian adat Aceh.

“Ini Kopi Arabika Gayo. Diminum dengan gula aren,” kata Sekda seraya mempersilakan Dirjen Soedarmo dan pimpinan Taman Mini menyeruput suguhan kopi Gayo. Potongan gula aren disediakan terpisah. Di Gayo cara minum kopi seperti itu dinamakan “kupi kertub.”

Dirjen Soedarmo tampak menikmati seduhan kopi Gayo. Kepadanya juga disuguhi minuman cokelat panas yang berasal dari Pidie Jaya. Paviliun Aceh pada pameran HUT Taman Mini tersebut dibangun berbentuk Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Paviliun Aceh menyediakan ruang VIP yang dilengkapi beberapa sofa.

Sekda Dermawan hadir didampingi Kepala Dinas Perindustrian M Arifin, Kepala Biro Ekonomi, Raudi, Kepala Kantor Penghubung Pemerintah Aceh, Badri Ismail dan sejumlah panitia Aceh lainnya. Paviliun Aceh juga menyediakan ruang pameran yang diisi 23 kabupaten/kota di Aceh.

Seperti diketahui, Pemerintah Aceh dalam HUT TMII tahun ini bertindak sebagai pendukung utama atau tuan rumah. Selain menampilkan aneka produk unggulan dan kuliner, Pemerintah Aceh juga mempersembahkan pertunjukan tari kolosal Ratoeh Jaroe yang dimainkan 6.600 penari, pertunjukan sendratari Laksamana Keumalahayati, menyediakan baju seragam dan lain-lain. Diperkirakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Aceh mengalokasi anggaran lebih Rp 5 miliar.

Untuk pameran kuliner pada acara itu, Ikatan Keluarga Nagan Raya (IKNR) Jakarta yang mewakili Aceh. Aneka penganan tradisional Aceh dipamerkan, seperti bhoi, kekarah, ade panggang, putu, dan bungong kaye.

Sabaruddin dari IKNR mengatakan, banyak lagi makanan Aceh yang harus diperkenalkan kepada publik. “Dengan demikian, kekayaan budaya Aceh semakin terkuak ke permukaan,” kata Sabaruddin. (fik) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id