Srikandi Tanggapi Syarat Independen | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Srikandi Tanggapi Syarat Independen

Foto Srikandi Tanggapi Syarat Independen

MENCUATNYA polemik syarat independen dalam beberapa hari terakhir, hingga menuai ragam reaksi dari beberapa kalangan, memantik komentar dari para srikandi yang akan berjuang ke kursi kepala daerah pada Pilkada 2017.

Data yang diperoleh Serambi, ada enam perempuan dari beberapa kabupaten/kota yang telah mendaftar ke DPD Partai Demokrat Aceh sebagai bakal calon kepala daerah. Mereka adalah Illiza Sa’aduddin Djamal SE (Banda Aceh), Prof Adjunt Marniati SE MKes (Banda Aceh), Cut Yulita Darwin (Sabang), Nora Indah (Aceh Tamiang), Ismaniar SE (Aceh Tengah), dan Salamah (Gayo Lues).

Dari enam perempuan dimaksud, kemarin Serambi hanya mewawancarai empat di antaranya yaitu Marniati, Ismaniar, Cut Yulita, dan Illiza Sa’aduddin Djamal.

Marniati yang akan bertarung sebagai bakal calon Wali Kota Banda Aceh menyatakan tidak setuju kebijakan baru yang diusulkan Banleg DPRA dalam pasal 24, terkait syarat calon independen.

“Menurut saya, kebijakan baru yang sudah diusul dan sedang dibahas tersebut tidak ada manfaat sama sekali. Bukan saja memberatkan calon independen pada pilkada nanti, tapi memang tidak ada manfaat sema sekali,” kata Marniati.

Marniati juga tak setuju jika pengumpulan KTP untuk syarat calon independen yang ditandatangani, diberi materai, mengetahui keuchik, dan ditempel di meunasah.

Menurutnya, untuk mengukur calon pemimpin Aceh bukan dengan syarat seperti itu, melainkan dengan uji publik dan diketahui masyarakat.

“Bukan dengan KTP mengukur calon pemimpin kita, tapi uji publik lebih pantas. Kalau selama ini debat kandidat hanya dibuat sekali, mungkin kali ini bisa dibuat lebih. Intinya kalau saya tidak setuju dengan kebijakan itu, karena tidak punya nilai positif untuk kemajuan Aceh,” pungkas Marniati yang juga Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI).

Tanggapan lain disuarakan Ismaniar SE, calon Bupati Aceh Tengah. Ismaniar berharap agar syarat calon independen tidak ditambah dan diperberat, agar siapa saja mempunyai kesempatan yang sama untuk maju sebagai calon kepala daerah di Aceh. “Menurut saya syarat yang sudah ada itu saja yang dijalankan, jangan diperberat lagi. Kalau diperberat, berarti memperkecil peluang bagi masyarakat yang ingin maju,” ujar Ismaniar.

Ditanya dirinya akan maju melalu jalur apa, Ismaniar berharap bisa maju melalu jalur partai karena ia merupakan kader Partai Amanat Nasional. “Saya selaku kader tentunya berharap bisa maju dengan jalur partai sendiri, tapi soal independen saya berharap jangan diperberat lagi,” tandas Ismaniar.

Tanggapan berbeda disampaikan Cut Yulita Darwin, calon Wali Kota Sabang pada Pilkada 2017. Ia menyerahkan soal revisi Qanun Pilkada itu kepada DPRA. Ia tak mau berkomentar banyak soal syarat independen apalagi ia telah memastikan maju melalui jalur partai. “Itu kita serahkan kepada DPRA saja ya, karena lebih mengerti. Kalau saya maju dengan partai nanti, bukan dengan independen,” pungkas Yulita.

Sementara itu, Illiza Sa’aduddin Djamal yang memastikan akan maju kembali sebagai Wali Kota Banda Aceh berpendapat, seharusnya tidak perlu ada kebijakan-kebijakan yang terkesan mempersulit syarat bagi calon independen pada Pilkada 2017 nanti. “Tidak perlu ada hal-hal seperti itu karena nanti juga akan diverifikasi semuanya. Menurut saya, kita harus bersikap demokrasi yang sebenarnya, kesempatan ini bisa digunakan oleh semuanya. Allah telah menentukan semuanya untuk kita, siapa pemimpin kita,” kata Illiza.

Namun begitu, Illiza berpendapat terkait revisi Qanun Nomor 5 Tahun 2012 tersebut baiknya dilakukan musyawarah dan mufakat dengan bijak demi menghasilkan sebuah keputusan yang baik bagi kemajuan Aceh ke depan. “Semuanya bisa dimusyawarahkan, semoga mendapatkan hasil yang sempurna yang baik bagi kita semua,” ujar Illiza.

Ditanya apakah dirinya sudah pasti maju melalui jalur partai, Illiza mwngatakan semuanya belum ada yang pasti. “Nggak ada yang pasti, semuanya kita serahkan kepada Allah Swt,” pungkas Illiza yang hanya bisa diwawancarai singkat melalui telepon, tadi malam.(dan) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id