Air Mata Mak Lot di Pintu Kakbah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Air Mata Mak Lot di Pintu Kakbah

Foto Air Mata Mak Lot di Pintu Kakbah

BUSTAMAM ALI MPd, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Iskandar Muda (Unida) Aceh dan praktisi media, melaporkan dari Mekkah Almukarramah

KALAU Allah sudah menghendaki, maka tak ada yang bisa menghalangi keinginan dari seorang hamba-Nya. Contohnya Mak Lot, panggilan akrab Nurmala, 72 tahun, yang sejak usia 25 tahun tak lagi dapat melihat. Di usia tuanya kini ia pun tak lagi kuat berjalan.

Tapi yang menakjubkan, ia mampu menggapai pintu Kakbah dan shalat di Hijir Ismail saat menunaikan ibadah umrah kemarin di Mekkah Almukarramah.

Mak Lot sempat histeris dan bercucuran air mata tatkala mencapai dinding Kakbah setelah menembus arus ratusan ribu manusia yang tengah melakukan tawaf mengitari Kakbah.

Putri sulungnya yang setia, Nurmila, juga tampak haru dan ikut menangis saat menyaksikan Mak Lot, ibundanya, berhasil mencapai pintu Kakbah dan kemudian shalat di Hijir Ismail.

Nurmila bertutur bahwa Mak Lot merupakan sosok wanita yang pantang menyerah sejak muda. “Bagi kami, dia pahlawan dalam keluarga,” kata Nurmila.

Dalam keadaan mata tak bisa lagi melihat sejak usia 25 tahun, situasi ekonomi juga sulit dan suaminya hanya seorang petani kecil, Mak Lot menjadi tumpuan keluarganya. Dalam situasi seperti itu ia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Wanita kelahiran Gampong Blang Kuala, Aceh Selatan ini sempat menjadi santriwati di Pesantren Darussalam Tgk Muda Waly Labuhan Haji, Aceh Selatan.

Kepada Nurmila dan saya, Mak Lot mengaku sejak usia sekolah sudah bercita-cita ingin menunaikan ibadah haji dan umrah. Namun, apa hendak dikata, karena suatu peristiwa pada usia 25 tahun mata Mak Lot tak lagi bisa melihat. Saat itu ia melahirkan anak ketiganya bernama Azwis.

Namun, tekadnya untuk mendidik anak-anaknya tak pernah surut sampai melahirkan putri keenam bernama Asmaul Husna yang kini berprofesi sebagai bidan di Banda Aceh.

Modalnya membesarkan dan mendidik putra-putrinya hanyalah dengan “Bismillah” dan beras jimpitan. Maksudnya, dengan berserah diri pada kebesaran Allah dan gigih mengumpul beras segenggam saat ingin memasak. Beras jimpitan itu kemudian dikumpulkan dan dia kirim ke Banda Aceh dan Tapaktuan untuk bekal anak-anaknya sekolah dan kuliah.

“Alhamdulillah sekarang, berkat doa dan beras jimpitan itu anak-anak saya sudah mandiri dan dapat membantu memfasilitasi saya umrah tahun ini, syukurlah,” kata Nek Lot haru.

Meski matanya tak bisa melihat dan kakinya susah melangkah, Nek Lot tak sembarang mau menerima bantuan, termasuk dari anaknya sendiri.

Di rumahnya, Gampong Blang Kuala, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan, Mak Lot saat ini di samping menjadi guru mengaji juga mengerjakan sendiri seluruh pekerjaan rumah. Ia juga berjualan kecil-kecilan di rumahnya, menjahit, mengayam tikar, dan melakoni berbagai keterampilan lainnya yang bisa mendatangkan uang halal.

Pendeknya, mata Mak Lot boleh saja tak bisa melihat dan kakinya tak mampu lagi melangkah, tapi berkat semangat dan doa yang tulus, ia dapat menunaikan cita-citanya berumrah di usia senja. Ia bahkan mampu menggapai pintu Kakbah, sujud di Hijir Ismail, dan shalat di Taman Firdaus Raudhah Masjid Nabawi Madinah Almunawarrah. Semua itu karena kehendak dan kuasa Allah Swt.

Nah, pesan yang bisa kita petik dari kisah Mak Lot ini adalah kaum muslimin jangan berlama-lama menunaikan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu. Kalau dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas, niscaya Allah akan selalu memberikan kemudahan dan bimbingan-Nya. Khusus Mak Lot, tidak hanya kemudahan dalam beribadah di Mekkah dan Madinah yang ia dapatkan, tapi juga mendapat berbagai fasilitas dari manajemen maskapai penerbangan Saudia Airlines. Perempuan ini bahkan ditempatkan pada seat very-very important person (VVIP) yang biasa ditempati petinggi dan saudagar Arab Saudi. Sekali lagi, inilah bukti: Kalau Allah Swt sudah berkehendak, tak ada yang mampu menghalanginya.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email [email protected] (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id